Pengertian manajemen rantai pasokan menurut Heizer & Render
(2015) adalah suatu proses yang menggambarkan koordinasi dari
keseluruhan kegiatan rantai pasokan dimulai dari bahan baku dan diakhiri
dengan konsumen atau pelanggan puas. Tujuan dari manajemen rantai
pasokan adalah mengkoordinasi kegiatan dalam rantai pasokan untuk
memaksimalkan keunggulan kompetitif dan manfaat dari rantai pasokan
bagi konsumen akhir. Fitur utama dari rantai pasokan adalah peran dari
anggota- anggotanya demi kepentingan timnya (rantai pasokan).
Manajemen rantai pasokan adalah pengintregasian aktivitas
pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi
dan produk akhir, serta pengiriman kepada konsumen atau pelanggan.
Tujuan utama dari manajemen rantai pasokan ini adalah penyerahan atau
pengiriman produk secara tepat waktu demi kepuasan konsumen,
mengurangi waktu, mengurangi biaya, meningkatkan segala hasil dari
supply chain, memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi. Penerapan manajemen rantai pasokan dimasa sekarang ini sangat cocok diterapkan,
karena sistem ini memiliki kelebihan dimana mampu memanage aliran
barang atau produk dalam suatu rantai pasokan (Paoki, dkk.2016).
Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management) merupakan
suatu proses yang dimulai dari pengembangan produk, pengadaan,
perencanaan atau pengendalian, operasi, dan distribusi dimana semua
cakupan yang ada saling berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga
menghasilkan suatu produk yang berkualitas dan memudahkan produk
tersebut sampai pada pengguna akhir (konsumen) secara efektif dan efisien.
Lebih singkatnya manajemen rantai pasokan ini merupakan sistem yang
melibatkan dari proses produksi, pengiriman, penyimpanan, distribusi, dan
penjualan produk dalam memenuhi permintaan dalam proses produksi pada
sebuah perusahaan (Wuwung,dkk. 2013).
Supply chain management merupakan suatu konsep yang
menyangkut sebuah pendistribusian produk secara optimal. Konsep ini
menyangkut aktivitas pendistribusian, jadwal produksi, dan logostik.
Supply chain management juga merupakan suatu pendekatan yang meliputi
seluruh proses manajemen material, memberikan orientasi kepada proses
untuk meyediakan, memroduksi, dan mendistribusikan produk kepada
konsumen. Supply Chain Management secara fisik dapat mengkonveksikan
suatu bahan baku menjadi produk jadi dan mengantarkannya atau
menyalurkan kepada konsumen akhir.
11
Sebuah perusahaan dapat menerapkan Supply Chain Management
secara efektif dengan cara perusahaan tersebut harus mampu menyediakan
dan mengelola sebuah bahan baku dengan supplier maupun distributor
yang terpilih. Pada akhirnya Supply Chain Management secara menyeluruh
dapat menciptakan sinkronisasi dan koordinasi aktivitas-aktivitas yang
berkaitan dengan aliran bahan baku baik didalam maupun diluar
perusahaan (Widyarto, 2012). Supply Chain Management berfokus pada
mengintegrasikan dan mengelola aliran barang, jasa, dan informasi melalui
rantai suplai untuk membuatnya responsif terhadap kebutuhan pelanggan
sambil menurunkan total biaya dan manajemen rantai pasokan juga
berfokus pada manajemen proses di dalam dan di luar batas-batas
organisasi (Chopora, Shweta, dkk. 2017).
Mengevaluasi kinerja berbagai proses yang mempengaruhi supply
chain merupakan salah satu kriteria utama untuk pengelolaan rantai pasokan
yang efektif. Seiring dengan perkembangan pasar sekarang ini yang
semakin berkembang, kebutuhan pelanggan semakin tinggi. Maka
dibutuhkan peran pemasok dalam pengelolaan dan pendistribusian produk
sampai ke pelanggan akhir.
Pengertian yang lebih spesifik untuk Supply Chain Management
adalah sebuah serangkaian pendekatan yang digunakan untuk
mengintegrasikan pemasok, pabrik, gudang, dan toko secara efisien,
sehingga barang atau produk yang diproduksi dan didistribusikan pada
jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, dan pada saat yang tepat, dapat meminimalkan biaya keseluruhan sistem sambil memenuhi persyaratan
tingkat layanan (D. du Toit, P.J. Vlok.2014).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar