Minggu, 04 Juli 2021
Pengertian Trust (skripsi dan tesis)
“Trust is a psychological state comprising the intention to accept
vulnerability based upon positive expectations of the intentions or behavior of
another” (Balogun & Adetula, 2015:37) dapat diartikan bahwa kepercayaan
merupakan suatu keadaan psikologis yang terdiri dari niat untuk menerima
kelemahan berdasarkan harapan positif dari niat atau perilaku lain. Lumbantobing
(2011) mengemukakan bahwa interpersonal trust merupakan kesediaan seseorang
untuk membukakan vulnerability atau kelemahannya kepada orang lain yang
perilakunya tidak dapat dikendalikan. Sementara menurut Mayer (dalam Heyns &
Rothmann, 2015:2) “trust is the willingness of a party to be vulnerable to the
actions of another party based on the expectation that the other will perform a
particular action important to the trustor, irrespective or the ability to monitor or
control that other party”. Dapat diartikan bahwa kepercayaan adalah kesediaan
satu pihak untuk menjadi rentan terhadap tindakan pihak lain berdasarkan pada
harapan bahwa pihak lain akan melakukan tindakan tertentu yang penting untuk
trustor, dengan mengabaikan kemampuan untuk memantau atau mengontrol pihak
lain.
Menurut Ng & Chua (dalam Zhang, 2014:22), ”trust is an individual’s confidence
in the goodwill of others and expectation that others will act in beneficial way”.
Artinya keyakinan terhadap niat baik orang lain dan harapan bahwa orang lain akan
bertindak dengan cara yang menguntungkan. Berdasarkann keempat pengertian
diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepercayaan merupakan suatu keadaan
psikologis yang terdiri dari niat untuk menerima kelemahan dan membukakan
kelemahan kepada orang lain berdasarkan harapan positif dari niat atau perilaku serta ekspektasi. Ketika seseorang percaya kepada rekan kerjanya, maka orang
tersebut bisa sangat mudah dikritisi, diserang, bahkan disudutkan.
Elemen paling penting untuk mempengaruhi pembelajaran dalam organisasi
adalah kepercayaan Davenport & Prusak (dalam Raharso & Tjahjawati, 2016).
“Interpersonal trust is a pervasive phenomenon in organizational life” (McAllister,
1995:25). Dapat diartikan bahwa kepercayaan interpersonal merupakan fenomena
yang merasuk di dalam kehidupan organisasi, maka saling percaya antar pegawai
perlu menjadi budaya dalam suatu organisasi yang mengimplementasikan
manajemen pengetahuan. Dengan tugas utama organisasi adalah mengintegrasikan
pengetahuan khusus dari individu yang berbeda (Zuhal, 2010).
Pola komunikasi sangat beperan dalam mewariskan nilai budaya perusahaan
kepada individu yang berbeda. Trust merupakan modal sosial penting yang didasari
oleh aspek intangible (Zuhal, 2010). Maka dari itu, manusia menjadi tokoh sentral
dalam mempelajari trust. “The emotional ties linking individuals can provide the
basis for trust” (McAllister, 1995). Dapat diartikan bahwa ikatan emosional yang
menghubungkan individu dapat menjadi dasar dari kepercayaan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar