Kepercayaan (trust) dapat diartikan sebagai kemauan individu untuk
mempercayai orang lain berdasarkan pada tindakan yang menguntungkan
dari orang tersebut (Chowdhury, 2005). Mayer and Schoorman (1995)
mengartikan kepercayaan sebagai kemauan individu (trustor) untuk
melakukan tindakan yang didasari harapan pada individu lain (trustee).
Sedangkan Mooradian et al., (2006) mengartikan kepercayaan sebagai
sebuah konstruk perilaku, dimana harapan orang terhadap individu lain
berkaitan dengan pengalaman orang tersebut sebelumnya atas orang tertentu
22
seperti pimpinan atau kolega. Kepercayaan mengacu akan keyakinan
tertentu lebih utama terkait dengan integritas dan kompetensi individu lain
(Chiuet al., 2006).
Social exchange theory (Blau, 1964) mengemukakan bahwa
seseorang senang menciptakan hubungan pertukaran dengan orang lain,
memberi keuntungan pada orang lain, serta kemudian berharap
mendapatkan imbalan dimasa yang akan datang. Blau (1964) juga
mengemukakan kalau kepercayaan merupakan faktor dominan pada proses
pertukaran sosial. Apabila derajat kepercayaan yang dianggap oleh pemberi
serta penerima tinggi, maka akan semakin kuat hubungan pertukaran sosial
diantara mereka (Blau, 1964; Wasko and Faraj, 2005). Kepercayaan adalah
model yang bersifat multi dimensional dan banyak peneliti yang setuju
dengan ini.
Kepercayaan telah didefinisikan sebagai kemauan seseorang untuk
menempatkan dirinya pada kecenderungan posisi potensial terhadap orang
lain (Dodgson, 1993; Huang and Vliert, 2006; Edelenbos and Klijn, 2007).
Dalam konteks organisasi, Renzl (2008) telah menemukan bahwa "rasa
takut kehilangan nilai unik seseorang" adalah faktor penentu utama
kurangnya kepercayaan karyawan dalam sebuah organisasi. Kepercayaan
juga merupakan penentu keinginan seseorang untuk menjadi bagian dari
jejaring sosial. Keyakinan bahwa seseorang memiliki orang lain mengenai
pertimbangan kebutuhan individual mereka dapat mempengaruhi preferensi individu untuk berinteraksi dengan orang lain dan berbagi pengetahuan
dengannya.
Kepercayaan telah didefinisikan dalam berbagai cara untuk berbagai
situasi dan konteks tertentu. Kepercayaan adalah konsep dinamis multi
dimensi dan multi level (Lewicki and Bunker, 1996; Butler, 1991). Mayer et
al., (1995) mengklaim bahwa kepercayaan terdiri dari kemampuan,
kebajikan, dan integritas. Mishra (1996) memperluas konsep ini dengan
mendefinisikan empat dimensi kepercayaan yaitu, perhatian, keandalan,
kompetensi, dan keterbukaan. Meyerson et al., (1996) mengajukan konsep
kepercayaan cepat, yang diterapkan pada anggota tim sementara, yang
cenderung berhubungan satu sama lain sesuai peran dan bukan sebagai
individu. Oleh karena itu, definisi khusus tentang kepercayaan yang
berkaitan dengan karyawan dalam sebuah organisasi melibatkan harapan
positif, seperti integritas, kemampuan, kejujuran, niat baik, dan kemampuan,
yang berkaitan dengan kompetensi dan keandalan sesama karyawan dalam
organisasi (Ellonen et al., 2008).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar