Minggu, 04 Juli 2021

Pengertian Kepercayaan (skripsi dan tesis)

Kepercayaan (trust) dapat diartikan sebagai kemauan individu untuk mempercayai orang lain berdasarkan pada tindakan yang menguntungkan dari orang tersebut (Chowdhury, 2005). Mayer and Schoorman (1995) mengartikan kepercayaan sebagai kemauan individu (trustor) untuk melakukan tindakan yang didasari harapan pada individu lain (trustee). Sedangkan Mooradian et al., (2006) mengartikan kepercayaan sebagai sebuah konstruk perilaku, dimana harapan orang terhadap individu lain berkaitan dengan pengalaman orang tersebut sebelumnya atas orang tertentu 22 seperti pimpinan atau kolega. Kepercayaan mengacu akan keyakinan tertentu lebih utama terkait dengan integritas dan kompetensi individu lain (Chiuet al., 2006). Social exchange theory (Blau, 1964) mengemukakan bahwa seseorang senang menciptakan hubungan pertukaran dengan orang lain, memberi keuntungan pada orang lain, serta kemudian berharap mendapatkan imbalan dimasa yang akan datang. Blau (1964) juga mengemukakan kalau kepercayaan merupakan faktor dominan pada proses pertukaran sosial. Apabila derajat kepercayaan yang dianggap oleh pemberi serta penerima tinggi, maka akan semakin kuat hubungan pertukaran sosial diantara mereka (Blau, 1964; Wasko and Faraj, 2005). Kepercayaan adalah model yang bersifat multi dimensional dan banyak peneliti yang setuju dengan ini. Kepercayaan telah didefinisikan sebagai kemauan seseorang untuk menempatkan dirinya pada kecenderungan posisi potensial terhadap orang lain (Dodgson, 1993; Huang and Vliert, 2006; Edelenbos and Klijn, 2007). Dalam konteks organisasi, Renzl (2008) telah menemukan bahwa "rasa takut kehilangan nilai unik seseorang" adalah faktor penentu utama kurangnya kepercayaan karyawan dalam sebuah organisasi. Kepercayaan juga merupakan penentu keinginan seseorang untuk menjadi bagian dari jejaring sosial. Keyakinan bahwa seseorang memiliki orang lain mengenai pertimbangan kebutuhan individual mereka dapat mempengaruhi preferensi  individu untuk berinteraksi dengan orang lain dan berbagi pengetahuan dengannya. Kepercayaan telah didefinisikan dalam berbagai cara untuk berbagai situasi dan konteks tertentu. Kepercayaan adalah konsep dinamis multi dimensi dan multi level (Lewicki and Bunker, 1996; Butler, 1991). Mayer et al., (1995) mengklaim bahwa kepercayaan terdiri dari kemampuan, kebajikan, dan integritas. Mishra (1996) memperluas konsep ini dengan mendefinisikan empat dimensi kepercayaan yaitu, perhatian, keandalan, kompetensi, dan keterbukaan. Meyerson et al., (1996) mengajukan konsep kepercayaan cepat, yang diterapkan pada anggota tim sementara, yang cenderung berhubungan satu sama lain sesuai peran dan bukan sebagai individu. Oleh karena itu, definisi khusus tentang kepercayaan yang berkaitan dengan karyawan dalam sebuah organisasi melibatkan harapan positif, seperti integritas, kemampuan, kejujuran, niat baik, dan kemampuan, yang berkaitan dengan kompetensi dan keandalan sesama karyawan dalam organisasi (Ellonen et al., 2008). 

Tidak ada komentar: