McAllister (1995) mengembangkan serta menguji secara sistematis
dua bentuk berbeda dari kepercayaan intrapersonal. Pendekatan jenis ini
telah banyak digunakan untuk meneliti hubungan kepercayaan dan
knowledge sharing (Chowdhury, 2005; Qian et al., 2008; Holste and Fields,
2010). Pendekatan ini lebih terpusat pada situasi dalam organisasi yang
24
meliputi hubungan diantara bawahan (Qian et al., 2008). Dua bentuk
kepercayaan intrapersonal tersebut yaitu:
a) Affect Based Trust
Kecenderungan untuk mempercayakan keikhlasan atau niat baik
orang lain. Affect based trust mengacu kepercayaan berasal dari hati
(trust from the heart), empati didasati ikatan, perasaan, serta kedekatan
emosional. Melaui kepercayaan ini, seseorang mencerminkan kepedulian
serta perhatian pada kebaikan dan kesejahteraan kolega (Chua et al.,
2008). Biasanya affect based trust melibatkan jalinan emosional, lebih
lama bertahan, dan lebih bisa disamakan pada berbagai macam kondisi
dibanding cognitive based trust (Lewicky and Bunker, 1996).
b) Cognitive Based Trust
Sikap untuk mempercayai kapabilitas dan kemampuan rekan
kerja. Kecenderungan mempercayai serta menghormati orang lain
dikarenakan adanya alasan dan bukti dari kapabilitas, kehandalan,
tanggung jawab yang merupakan kriteria penilaian kepercayaan.
Membangun kepercayaan berdasarkan informasi, bukti mengenai
perilaku orang lain dalam siatuasi tertentu (Fiske et al, 2007).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar