Menurut Bock et al., (2005) iklim organisasional memiliki 3
dimensi, yaitu:
1) Fairness, merupakan persepsi bahwa praktik organisasi yang adil dan
tidak sewenang-wenang atau berubah-ubah. Fairness ini akan membangun kepercayaan antara anggota dan berfungsi untuk mengatasi
dilema publik yang terkait dengan knowledge sharing.
2) Innovativeness, dianggap sebagai proses berulang yang berusaha
memanfaatkan peluang baru dengan menciptakan penemuan baru (Garcia
and Calantone, 2002). Agar perusahaan tetap inovatif, anggota organisasi
diminta untuk mendorong arus informasi terbuka; menjadi fokus pada
pembelajaran organisasi; mempromosikan fleksibilitas dalam rutinitas
kerja; mendukung pengambilan risiko yang wajar; dan memperkuat nilainilai wirausaha (Slater, 1997; Hurley and Hult, 1998; Roth, 2003; Bock
et al., 2005). Dalam iklim yang inovatif, karyawan sering diminta untuk
mengantisipasi perubahan, dan mereka harus selalu mencari cara untuk
mengenali ide-ide baru dan kreatifitas (Hurley and Hult, 1998).
3) Affiliation, iklim di mana afiliasi pribadi tumbuh pada dasarnya adalah
keadaan di mana “rasa kebersamaan” berlaku dan perilaku peduli dan
pro-sosial ditunjukkan diantara anggota organisasi (Bock et al., 2005).
Chay et al., (2005) berpendapat bahwa perilaku pro-sosial mendorong
seseorang untuk secara sukarela membantu yang mereka sukai dan
merasa cocok dengannya. Dengan kata lain, rasa afiliasi mengukur
perasaan kebersamaan atau kedekatan dengan anggota lain. Perasaan ini
dikembangkan berdasarkan kehati-hatian dan kehangatan yang diterima
olehnya selama masa dibutuhkannya. Dengan demikian, afiliasi yang
kuat dalam organisasi mendorong karyawan untuk melampaui tanggung
jawab mereka untuk saling membantu dalam organisasi (Bock and Kim, 2002). Karyawan dengan afiliasi tinggi cenderung lebih peduli tentang
perasaan, pemikiran dan sudut pandang rekan lain (Bock et al., 2005).
Akibatnya, mereka yang memiliki rasa afiliasi yang tinggi akan
mengembangkan ikatan yang kuat dengan orang lain, seperti
persahabatan, dan meningkatkan interaksi sosial (Cardador and Pratt,
2006).
Dimensi iklim organisasional menurut Litwin and Stringer (1968)
adalah:
1) Struktur (structure), terkait dengan:
a) Situasi pelaksanaan tugas, seberapa tersedianya jumlah informasi yang
jelas mengenai pengertian dari tugas, tata cara pelaksanaan, dan
halangan yang bisa terjadi.
b) Langkah serta tindakan dari pimpinan sehubungan dengan peraturan,
sistem hierarki dan sistem birokrasi, penjelasan dan uraian tugas,
proses pengambilan keputusan dan juga sistem kontrol yang
diterapkan pada organisasi.
c) Memberikan pengertian dan penanaman visi, misi dan tujuan
organisasi pada setiap anggotanya, yang pada akhirnya terdapat rasa
loyalitas tinggi dan keterikatan yang kuat pada organisasi.
2) Tanggung jawab (responsibility). Menggambarkan bentuk tanggung
jawab yang timbul pada organisasi, menjadikan setiap anggota benarbenar memiliki tanggung jawab yang tinggi mengenai pelaksanaan
tugas, hasil, dan kualitas dari pekerjaan. 3) Resiko (risk). Seburuk dan seberat apapun resiko akan bisa dihadapi
apabila telah diprediksi sebelumnya. Setiap anggota organisasi dalam
menjalankan tugasnya akan merasa lebih siap dan yakin apabila sejak
awal diminta untuk menganilisa dan memprediksi resiko.
4) Imbalan dan sanksi (reward and punishment). Menunjukan bagaimana
suatu sistem imbalan dan sanksi yang diterapkan dalam organisasi.
Anggota organisasi akan merasa diperlakukan adil dan dihargai hasil
kerjanya apabila pemberian imbalan dan sanksi yang proposional.
5) Kehangatan dan dukungan (warmth and support). Suatu organisasi harus
menciptakan interaksi yang baik dan harmonis dari seluruh anggotanya.
Mereka harus bisa menjalin komunikasi yang baik, memberikan
dukungan, bantuan, serta menciptakan persahabatan. Sehingga seluruh
anggota merasa senang dan nyaman dengan iklim yang tercipta pada
organisasi.
6) Konflik (conflict). Menggambarkan lingkungan yang terjadi dalam
organisasi apabila terjadi masalah dalam melakukan aktivitasnya.
Seluruh anggota organisasi harus bersama-sama ikut berpartisipasi
mengatasi permasalahan yang terjadi dan pihak pimpinan juga harus
sigap dan tanggap dalam menghadapi masalah tersebut.
Menurut Lussier (2005), dimensi iklim organisasi terdiri dari:
1) Structure, adalah tingkat paksaan yang dialami anggota karena terdapat
aturan serta prosedur yang tersusun atau terstruktur. Indikatornya adalah
prosedur dan peraturan. 2) Responsibility, adalah tingkat pengawasan yang diterapkan serta
dirasakan oleh anggotanya pada organisasi. Indikatornya adalah
pengendalian dan pengawasan.
3) Reward, adalah tingkat imbalan yang diberikan berdasarkan usaha
anggotanya. Anggota organisasi dihargai sesuai dengan
kinerjanya. Indikatornya adalah imbalan dan fasilitas.
4) Warmth, terkait dengan tingkat kepuasan anggota organisasi pada kondisi
dan lingkungan organisasi. Indikatornya adalah hubungan antar
karyawan dan hubungan dengan atasan.
5) Support, sangat terkait dengan dukungan pada anggota organisasi dalam
menjalankan tugas organisasi. Indikatornya adalah dukungan dari rekan
kerja dan tingkat partisipasi pimpinan.
6) Organizational identity and loyalty, terkait dengan rasa bangga akan
kehadiran dan loyalitasnya pada organisasi yang dilihatkan pada saat
kerjanya. Indikatornya komitmen dan loyalitas.
7) Risk, berkaitan dengan karyawan yang diberikan ruang dalam mengambil
resiko untuk menjalankan tugas sebagai suatu tantangan.
Sedangkan menurut Kolb and Rubin (1984), membagi dimensi iklim
organisasi menjadi tujuh aspek yang membentuk iklim organisasi, yaitu
sebagai berikut:
1) Kesesuaian (conformity) merupakan perasaan adanya peraturan atau
pembatasan yang diterapkan organisasi. Apakah peraturan yang diterapkan terlalu merugikan, menekan, atau membantu dalam
melaksanakan tugas.
2) Tanggung jawab (responsibility) merupakan tanggung jawab yang
dibebankan pada anggota dalam menjalankan tugas demi tercapainya visi
dan misi organisasi.
3) Standar tugas pekerjaan (standard) merupakan kualitas serta mutu dari
produk utama organisasi. Organisasi memutuskan tujuan yang
menantang serta mutu yang utama pada anggotanya supaya berprestasi.
4) Imbalan (reward) merupakan imbalan yang diberikan untuk pekerjaan
yang telah dilaksanakan dengan baik. Bukan selalu dikritik, dihukum,
ataupun diabaikan.
5) Kejelasan organisasional (organizational clarity) merupakan kejelasan
tujuan serta kebijakan yang ditetapkan organisasi, segala sesuatu harus
terorganisir dengan jelas sehingga tidak membingungkan, kabur ataupun
kacau.
6) Kehangatan dan dukungan (warmth and support) merupakan perasaan
anggota mengenai keakraban adalah ciri penting organisasi, rasa saling
menghargai, tolong-menolong, dan terdapat hubungan yang baik
antaranggota.
7) Kepemimpinan (leadership) merupakan jabatan organisasi, apakah
ditolak atau diterima oleh anggota organisasi. Kepemimpinan didasarkan
pada keahlian, tidak didominasi atau bergantung pada beberapa orang
saja dalam organisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar