Minggu, 04 Juli 2021

Dimensi Iklim Organisasional (skripsi dan tesis)

 Menurut Bock et al., (2005) iklim organisasional memiliki 3 dimensi, yaitu: 1) Fairness, merupakan persepsi bahwa praktik organisasi yang adil dan tidak sewenang-wenang atau berubah-ubah. Fairness ini akan  membangun kepercayaan antara anggota dan berfungsi untuk mengatasi dilema publik yang terkait dengan knowledge sharing. 2) Innovativeness, dianggap sebagai proses berulang yang berusaha memanfaatkan peluang baru dengan menciptakan penemuan baru (Garcia and Calantone, 2002). Agar perusahaan tetap inovatif, anggota organisasi diminta untuk mendorong arus informasi terbuka; menjadi fokus pada pembelajaran organisasi; mempromosikan fleksibilitas dalam rutinitas kerja; mendukung pengambilan risiko yang wajar; dan memperkuat nilainilai wirausaha (Slater, 1997; Hurley and Hult, 1998; Roth, 2003; Bock et al., 2005). Dalam iklim yang inovatif, karyawan sering diminta untuk mengantisipasi perubahan, dan mereka harus selalu mencari cara untuk mengenali ide-ide baru dan kreatifitas (Hurley and Hult, 1998). 3) Affiliation, iklim di mana afiliasi pribadi tumbuh pada dasarnya adalah keadaan di mana “rasa kebersamaan” berlaku dan perilaku peduli dan pro-sosial ditunjukkan diantara anggota organisasi (Bock et al., 2005). Chay et al., (2005) berpendapat bahwa perilaku pro-sosial mendorong seseorang untuk secara sukarela membantu yang mereka sukai dan merasa cocok dengannya. Dengan kata lain, rasa afiliasi mengukur perasaan kebersamaan atau kedekatan dengan anggota lain. Perasaan ini dikembangkan berdasarkan kehati-hatian dan kehangatan yang diterima olehnya selama masa dibutuhkannya. Dengan demikian, afiliasi yang kuat dalam organisasi mendorong karyawan untuk melampaui tanggung jawab mereka untuk saling membantu dalam organisasi (Bock and Kim,  2002). Karyawan dengan afiliasi tinggi cenderung lebih peduli tentang perasaan, pemikiran dan sudut pandang rekan lain (Bock et al., 2005). Akibatnya, mereka yang memiliki rasa afiliasi yang tinggi akan mengembangkan ikatan yang kuat dengan orang lain, seperti persahabatan, dan meningkatkan interaksi sosial (Cardador and Pratt, 2006). 
Dimensi iklim organisasional menurut Litwin and Stringer (1968) adalah: 1) Struktur (structure), terkait dengan: a) Situasi pelaksanaan tugas, seberapa tersedianya jumlah informasi yang jelas mengenai pengertian dari tugas, tata cara pelaksanaan, dan halangan yang bisa terjadi. b) Langkah serta tindakan dari pimpinan sehubungan dengan peraturan, sistem hierarki dan sistem birokrasi, penjelasan dan uraian tugas, proses pengambilan keputusan dan juga sistem kontrol yang diterapkan pada organisasi. c) Memberikan pengertian dan penanaman visi, misi dan tujuan organisasi pada setiap anggotanya, yang pada akhirnya terdapat rasa loyalitas tinggi dan keterikatan yang kuat pada organisasi. 2) Tanggung jawab (responsibility). Menggambarkan bentuk tanggung jawab yang timbul pada organisasi, menjadikan setiap anggota benarbenar memiliki tanggung jawab yang tinggi mengenai pelaksanaan tugas, hasil, dan kualitas dari pekerjaan.  3) Resiko (risk). Seburuk dan seberat apapun resiko akan bisa dihadapi apabila telah diprediksi sebelumnya. Setiap anggota organisasi dalam menjalankan tugasnya akan merasa lebih siap dan yakin apabila sejak awal diminta untuk menganilisa dan memprediksi resiko. 4) Imbalan dan sanksi (reward and punishment). Menunjukan bagaimana suatu sistem imbalan dan sanksi yang diterapkan dalam organisasi. Anggota organisasi akan merasa diperlakukan adil dan dihargai hasil kerjanya apabila pemberian imbalan dan sanksi yang proposional. 5) Kehangatan dan dukungan (warmth and support). Suatu organisasi harus menciptakan interaksi yang baik dan harmonis dari seluruh anggotanya. Mereka harus bisa menjalin komunikasi yang baik, memberikan dukungan, bantuan, serta menciptakan persahabatan. Sehingga seluruh anggota merasa senang dan nyaman dengan iklim yang tercipta pada organisasi. 6) Konflik (conflict). Menggambarkan lingkungan yang terjadi dalam organisasi apabila terjadi masalah dalam melakukan aktivitasnya. Seluruh anggota organisasi harus bersama-sama ikut berpartisipasi mengatasi permasalahan yang terjadi dan pihak pimpinan juga harus sigap dan tanggap dalam menghadapi masalah tersebut. 
Menurut Lussier (2005), dimensi iklim organisasi terdiri dari: 1) Structure, adalah tingkat paksaan yang dialami anggota karena terdapat aturan serta prosedur yang tersusun atau terstruktur. Indikatornya adalah prosedur dan peraturan.   2) Responsibility, adalah tingkat pengawasan yang diterapkan serta dirasakan oleh anggotanya pada organisasi. Indikatornya adalah pengendalian dan pengawasan. 3) Reward, adalah tingkat imbalan yang diberikan berdasarkan usaha anggotanya. Anggota organisasi dihargai sesuai dengan kinerjanya. Indikatornya adalah imbalan dan fasilitas. 4) Warmth, terkait dengan tingkat kepuasan anggota organisasi pada kondisi dan lingkungan organisasi. Indikatornya adalah hubungan antar karyawan dan hubungan dengan atasan. 5) Support, sangat terkait dengan dukungan pada anggota organisasi dalam menjalankan tugas organisasi. Indikatornya adalah dukungan dari rekan kerja dan tingkat partisipasi pimpinan. 6) Organizational identity and loyalty, terkait dengan rasa bangga akan kehadiran dan loyalitasnya pada organisasi yang dilihatkan pada saat kerjanya. Indikatornya komitmen dan loyalitas. 7) Risk, berkaitan dengan karyawan yang diberikan ruang dalam mengambil resiko untuk menjalankan tugas sebagai suatu tantangan. 
Sedangkan menurut Kolb and Rubin (1984), membagi dimensi iklim organisasi menjadi tujuh aspek yang membentuk iklim organisasi, yaitu sebagai berikut: 1) Kesesuaian (conformity) merupakan perasaan adanya peraturan atau pembatasan yang diterapkan organisasi. Apakah peraturan yang diterapkan terlalu merugikan, menekan, atau membantu dalam melaksanakan tugas. 2) Tanggung jawab (responsibility) merupakan tanggung jawab yang dibebankan pada anggota dalam menjalankan tugas demi tercapainya visi dan misi organisasi. 3) Standar tugas pekerjaan (standard) merupakan kualitas serta mutu dari produk utama organisasi. Organisasi memutuskan tujuan yang menantang serta mutu yang utama pada anggotanya supaya berprestasi. 4) Imbalan (reward) merupakan imbalan yang diberikan untuk pekerjaan yang telah dilaksanakan dengan baik. Bukan selalu dikritik, dihukum, ataupun diabaikan. 5) Kejelasan organisasional (organizational clarity) merupakan kejelasan tujuan serta kebijakan yang ditetapkan organisasi, segala sesuatu harus terorganisir dengan jelas sehingga tidak membingungkan, kabur ataupun kacau. 6) Kehangatan dan dukungan (warmth and support) merupakan perasaan anggota mengenai keakraban adalah ciri penting organisasi, rasa saling menghargai, tolong-menolong, dan terdapat hubungan yang baik antaranggota. 7) Kepemimpinan (leadership) merupakan jabatan organisasi, apakah ditolak atau diterima oleh anggota organisasi. Kepemimpinan didasarkan pada keahlian, tidak didominasi atau bergantung pada beberapa orang saja dalam organisasi

Tidak ada komentar: