Minggu, 04 Juli 2021

Pengertian Iklim Organisasional (skripsi dan tesis)

Karyawan bisa memiliki semangat dalam bekerja dan tetap komitmen dalam organisasi tidak hanya berasal dari besar gaji yang diterima, melainkan adanya dukungan iklim dari organisasi yang mendukung dan menyenangkan. Meskipun iklim tidak bisa disentuh ataupun dilihat, tetapi keberadaan iklim dapat dirasakan dengan jelas oleh setiap orang, hal ini karena semua hal yng berada dalam organisasi akan mempengaruhi iklim pada organisasi tersebut. Iklim organisasi yang sehat adalah suatu rencana untuk jangka panjang. Manajer dalam perusahaan perlu melakukan suatu pendekatan aset terhadap problematika iklim, artinya 13 manajer mempunyai pandangan untuk jangka panjang mengenai iklim selaku aktivitas organisasi (Werther et al., 1996). Menurut Werther et al., (1996) iklim organisasi merupakan wilayah manusia, didalamnya para karyawan organisasi melaksanakan pekerjaannya. Pengertian ini mengacu pada lingkungan suatu departemen, perusahaan, maupun organisasi keseluruhan. Bisa dikatakan nilai manusia adalah merupakan kunci yang bisa membentuk iklim pada organisasi, karena iklim organisasi muncul dari dalam pribadi atau kelompok sebagai wujud dari perilaku dan gaya hidupnya. Iklim bisa menimbulkan prestasi, motivasi, serta kepuasan kerja. Untuk itu iklim adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan guna keberhasilan pada organisasi.
 Definisi iklim organisasional menurut Luthans (2006) merupakan keseluruhan perasaan yang disampaikan melalui aturan yang bersifat fisik, cara berinteraksi, dan cara anggota organisasi berhubungan dengan pelanggan serta pihak dari luar. Dari pengertian ini, iklim organisasi tidak hanya terbatas pada fisik ataupun interaksi sesama kolega internal, tetapi kolega eksternal organisasi harus dapat membangun kondisi yang mendukung. Sedangkan definisi iklim organisasional Litwin and Stringer (1968) adalah seperangkat prioritas pada lingkungan kerja, dipersepsikan karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung, dan dianggap sebagai faktor utama yang mempengaruhi motivasi serta perilaku karyawan. Depdiknas (2002) memahami iklim menjadi dua sisi, yaitu: pertama, ditinjau dari sumbernya. Sumber iklim berasal dari semangat dan nilai  kualitas hidup. Hal ini berarti bahwa semangat dan kualitas hidup yang dianut adalah sumber dari organisasi tersebut. Kedua, memahami konsep iklim dari sisi wujud atau tampilannya. Pada dasarnya sumber iklim, semangat dan kualitas hidup yang dianut adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat secara kasat mata ataupun disentuh secara langsung, tetapi keberadaan iklim akan selalu dirasakan keberadaannya. Selain sebagai faktor penentu kinerja, keunggulan iklim adalah sebagai nilai tambah. Lingkungan kerja yang menyenangkan antara pimpinan dan bawahan, antara sesama pimpinan, dan antara sesama bawahan. Forehand and Gilmer (1964) mengemukakan iklim kerja merupakan seperangkat ciri-ciri yang mencerminkan suatu organisasi yang bisa: (1) menjadi pembeda dengan organisasi lain, (2) keberlangsungannya lebih lama (3) mempengaruhi perilaku karyawan pada organisasi. Penggolongan iklim organisasi oleh Litwin and Stringer (1968) adalah: 1) Struktur dan pembatas; memiliki struktur formal serta pembatasan komunikasi. 2) Tanggung jawab personal; pekerjaan dikerjakan sesuai petunjuk atau inisiatif sendiri. 3) Kehangatan; terdapatkepedulian antar anggota dalam organisasi. 4) Dukungan; adanya dukungan dan sambutan dalam organisasi. 5) Hadiah dan hukuman, setuju atau tidak; adanya hukuman atas kesalahan atau motivasi pada hadiah.   6) Konflik; konflik dihindari atau dihadapi.. 7) Standar kinerja; kejelasan kinerja akan standar yang tinggi. 8) Identifikasi dan kesetiaan; upaya untuk promosi mengidentifikasi kelompok atau organisasi. 9) Pengambilan risiko; menghindari resiko atau mengambil resiko. Tujuan organisasi akan tercapai apabila ada dukungan iklim organisasi yang sehat yang timbul dalam organisasi. Untuk mengukur iklim organisasional dapat melalui (Werther et al., 1996): (1) kepemimpinan yang berkualitas; (2) tingkat kepercayaan; (3) komunikasi, baik ke atas maupun ke bawah; (4) perasaan mengerjakan pekerjaaan yang berguna; (5) tanggung jawab; (6) reward yang adil; (7) tekanan pekerjaan realistis; (8) kesempatan; (9) struktur, pengendalian, serta birokrasi yang realistis; (10) keterlibatan pegawai atau keikutsertaan. Pengukuran iklim organisasi Gani and Shah (2001) diukur dengan: (1) hubungan antar pribadi; (2) manajemen yang partisipatif; (3) formalisasi serta standarisasi; (4) pelatihan serta pengembangan; (5) tunjangan keuangan; (6) objektivitas serta rasionalitas; (7) kemajuan; (8) supervisi; (9) perhatian pada kesejahteraan; (10) keselamatan serta keamanan

Tidak ada komentar: