Selasa, 06 Juli 2021

Nilai Tukar Mata Uang (skripsi dan tesis)

Perdagangan antar negara di mana masing-masing negara mempunyai alat tukarnya sendiri mengharuskan adanya angka perbandingan nilai suatu mata uang dengan mata uang lainya (Salvatore, 2008). Nilai tukar adalah nilai mata uang suatu negara diukur dari nilai satu unit mata mata uang terhadap mata uang negara lain. Apabila kondisi ekonomi suatu negara mengalami perubahan, maka biasanya dikuti oleh perubahan nilai tukar secara substansional. Masalah mata uang muncul saat suatu negara mengadakan transaksi dengan negara lain, di mana masing-masing negara mengunakan mata uang yang berbeda. Jadi nilai tukar merupakan harga yang harus dibayar oleh mata uang suatu negara untuk memperoleh mata uang negara lain. Untuk membayar keluar negeri kita harus mengetahui berapakah harga uang luar negeri yang dinyatakan dalam rupiah. Nilai tukar sama halnya dengan barang, akan selalu berubah mengikuti hukum permintaan dan penawaran. Sebuah mata uang akan cenderung menjadi lebih berharga bila permintaan menjadi lebih besar dari pasokan yang tersedia. Nilai akan berkurang bila permintaan kurang dari penawaran yang tersedia. Nilai tukar inilah sebagai salah satu indikator yang mempengaruhi investasi di suatu negara karena investor cenderung akan berhati-hati untuk melakukan investasi. Menurunya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing khususnya Dollar AS memilki pengaruh negatif terhadap ekonomi dan pasar modal (Sitnjak dan Kurniasari, 2003). Kurs mata uang berpengaruh positif terhadap tingkat investasi. Jika kurs mata uang domestic stabil dan bahkan menguat, investor akan menilai kondisi perekonomian di negara tersebut baik dan merupakan prospek yang menjanjikan untuk melakukan investasi di negara tersebut. Sebaliknya jika kurs mata uang domestik melemah, investor akan menilai kondisi perekonomian di negara tersebut buruk 28 dan tidak ada prospek yang menjanjikan jika melakukan investasi di negara tersebut. 

Tidak ada komentar: