Selasa, 06 Juli 2021
Inflasi (skripsi dan tesis)
Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk naik secara
umum dan terus menerus Sukirno (2002). Akan tetapi bila kenaikan
harga hanya dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi,
kecuali bila kenaikan tersebut meluas atau menyebabkan kenaikan
sebagian besar dari harga barang-barang lain (Boediono, 2000).
Kenaikan harga-harga barang itu tidaklah harus dengan persentase
yang sama bahkan mungkin dapat terjadi tidak bersaman. Kenaikan
harga barang yang terjadi hanya sekali saja, meskipun dalam
persentase yang cukup besar dan terus-menerus, bukanlah merupakan
inflasi (Nopirin, 200). Kenaikan sejumlah bentuk barang yang hanya
sementara dan sporadis tidak dapat dikatakan akan menyebabkan
inflasi.
Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa inflasi merupakan
keadaan di mana terjadi kelebihan permintaan (excess demand)
terhadap barang-barang dalam perekonomian secara keseluruhan.
Kelebihan permintaan akan barang-barang ini dapat diartikan sebagai berlebihnya tingkat pengeluaran (level of spending) untuk komoditi
akhir dibandingkan dengan tingkat output maksimum yang dapat
dicapai dalam jangka panjang dengan sumber-sumber produksi
tertentu.
Inflasi yang tinggi menunjukkan ketidakmampuan pemerintah
untuk menyeimbangkan anggaran, dan kegagalan dari bank sentral
untuk melakukan sesuai kebijakan moneter. Inflasi yang terjadi di
dalam suatu perekonomian memiliki beberapa pengaruh sebagai
berikut :
a. Inflasi dapat mendorong terjadinya redistribusi pendapatan
diantara anggota masyarakat. Hal ini akan mempengaruhi
kesejahteraan ekonomi dari anggota masyarakat, sebab distribusi
pendapatan yang terjadi akan menyebabkan pendapatan riil satu
orang meningkat, tetapi pendapatan riil orang lainnya jatuh.
b. Inflasi dapat menyebabkan penurunan dalam efisiensi ekonomi.
Hal ini dapat terjadi karena inflasi dapat mengalahkan sumber
daya dari investasi yang produktif ke investasi yang tidak
produktif sehingga mengurangi kapasitas ekonomi produktif. Ini
disebut sebagai “Efficiency Effect of inflation”.
c. Inflasi dapat menyebabkan perubahan-perubahan di dalam
output dan kesempatan kerja dengan memotivasi perusahaan
untuk memproduksi lebih atau kurang dari yang telah dilakukan,
dan juga memotivasi orang untuk bekerja lebih atau kurang dari yang telah dilakukan selama ini. Ini disebut “output and
employment effect of Inflation”.
d. Inflasi dapat menciptakan suatu lingkungan yang tidak stabil
bagi keputusan ekonomi. Jika sekiranya konsumen
memperkirakan bahwa tingkat inflasi dimasa mendatang akan
naik, maka akan mendorong mereka untuk membeli barangbarang di masa sekarang daripada menunggu tingkat harga
meningkat.
Untuk pengukuran tingkat inflasi sendiri yang paling umum
dipakai adalah indeks harga barang konsumsi (Consumtion Price
Index atau CPI) dan GNP Deflator. Besarnya tingkat inflasi menjadi
sangat penting bagi investor dalam menentukan real rate of return
(Agus Zainul, 2007). Semakin tinggi inflasi yang terjadi, semakin
menghambat aliran masuk Foreign Direct Investment ke Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar