SCOR adalah suatu model acuan dari operasi rantai pasokan. Model ini
didesain untuk membantu dari dalam maupun luar perusahaan mereka, selain
itu model ini memiliki kerangka yang kokoh dan juga fleksibel sehingga
memungkinkan untuk digunakan dalam segala macam industri yang memiliki
rantai pasokan (Anggraeni, 2009). Thaha (2016) menjelaskan bahwasanya,
19
Model SCOR berperan sebagai basis dalam memahami cara rantai pasok
mengiperasikan, mengidentifikasi semua pihak yang terkait, serta
menganalisis kinerja rantai suplai. Model SCOR mengumpulkan informasi
yang dibutuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan. Model ini juga
berperan sebagai basis bagi proyek perbaikan manajemen rantai suplai,
dengan cara :
Mengidentifikasi proses-proses dalam bahasa yang dapat
dikomunikasikan ke seluruh element organisasi dan fungsional,
Menggunakan terminologi dan notasi standar, dan
Menghubungkan berbagai aktivitas dengan ukuran/metrik yang tepat
SCOR memiliki 5 pembagian proses dalam Supply Chain, menurut
Pujawan (2010) 3 dibagi menjadi 5 proses inti yaitu plan, source, make
deliver, dan return. Pada penjelesalan pembagian 5 proses supply chain
diuraikan sebagai berikut :
Plan yaitu proses yang menyeimbangkan permintaan dan pasokan
untuk menentukan tindakan terbaik dalam memenuhi kebutuhan
pengadaan, produksi dan pengiriman. Plan mencakup proses menaksir
kebutuhan distribusi, perencanaan dan pengendalian persediaan,
perencanaan produksi, perencanaan material, perencanaan kapasitas
dan melakukan penyesuaian supply chain plan dengan financial plan.
Source yaitu proses pengadaan barang maupun jasa untuk memenuhi
permintaan. Proses yang tercakup meliputi penjadwalan pengiriman
dari supplier, menerima, mengecek, dan memberikan otorisasi
pembayaran untuk barang yang dikirim ke supplier, mengevaluasi
kinerja supplier dll. Jadi proses bisa bergantung pada apakah barang
yang dibeli termasuk stoked, make to order, atau engineer-to-order
products.
20
Make yaitu proses untuk mengtransformasi bahan baku/komponen
menjadi produk yang diinginkan pelanggan. Kegiatan make atau
produksi dapat dilakukan atas dasar ramalan untuk memenuhi target
stok (make-to-stock), atas dasar pesanan (make-to-order), atau
engineer-to-order. Proses yang terlibat disini adalah pejadwalan
produksi, melakukan kegiatan produksi dan melakukan pengetesan
kualitas, mengelola barang setengah jadi, memelihara fasilitas produksi,
dan sebagainya.
Deliver yaitu proses untuk memenuhi permintaan terhadap barang
maupun jasa. Biasanya meliputi order management, transportasi, dan
distribusi. Proses yang terlibat diantaranya adalah menangani pesanan
dari pelanggan, memilih perusahaan jasa pengiriman, menangani
kegiatan pergudangan produk jadi dan mengirim tagihan ke pelanggan.
Return yaitu proses pengembalian atau menerima pengembalian produk
karena berbagai alasan. Kegiatan yang terlibat antara lain identifikasi
kondisi produk, meminta otorisasi pengembalian cacat, penjadwalan
pengembalian dan melakukan pengembalian. Post-delivery-customer
support juga merupakan bagian dari proses return
Tidak ada komentar:
Posting Komentar