Model referensi proses ini mengintegrasikan konsep–konsep terkemuka,
yaitu perancangan proses bisnis, tolok ukur, serta analisis praktik terbaik
menjadi sebuah kerangka lintas-fungsional (Thaha, 2016). Menurut Pujawan
(2010) Model ini mengintegrsikan tiga elemen utama dalam manajemen yaitu
business process reeingineering, benchmarking¸dan process measurement
kedalam kerangka lintas fungsi dalam supply chain. Ketiga elemen tersebut
memiliki fungsi sebagai berikut :
Business process reeingineering pada hakekatnya menangkap proses
kompleks yang terjadi saat ini (as is) dan mendefisikan proses yang
diinginkan (to be).
Benchmarking adalah kegiatan untuk mendapatkan data kinerja
operasional dari perusahaan sejenis. Target internal kemudian
ditentukan berdasarkan kinerja best in class yng diperoleh.
Process measurement berfungsi untuk mengukur, mengendalikan, dan
memperbaiki proses-proses supply chain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar