Minggu, 04 Juli 2021

Knowledge Sharing (skripsi dan tesis)

Hooff dan Ridder (2004) mendefinisikan bahwa knowledge sharing adalah proses dimana para individu saling mempertukarkan pengetahuan mereka. Menurut Khesal, et al (2013:495) “Knowledge sharing is degree to be able to share the knowledge which related to a person’s skill to communicate her or his social behavior”. Sementara menurut Lumbantobing (2011), Knowledge sharing adalah proses yang sistematis dalam mengirimkan, mendistribusikan, dan mendiseminasikan pengetahuan dan konteks multidimensi dari seorang atau organisasi kepada orang atau organisasi lain yang membutuhkan melalui metoda dan media yang variatif. Berbagi pengetahuan merupakan aktivitas yang terkait dalam penyediaan akses informasi bagi pegawai dengan menggunakan jaringan ilmu pengetahuan dalam organisasi (Mulyana & Wasitowati, 2015). Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa knowledge sharing adalah proses sistematis dalam mengirimkan, mendistribusikan, dan mendiseminasikan pengetahuan dan konteks multidimensi dari individu atau organisasi, saling bertukar pengetahuan yang berhubungan dengan kemampuan komunikasi dan sosial melalui metoda atau media yang variatif. Menurut Hogel et al (2003), Knowledge sharing comprises a set of shared that related to providing employees access to relevant information and building and using knowledge networks within organizations. Dapat diartikan bahwa berbagi pengetahuan terdiri dari satu set pemahaman bersama terkait dengan penyediaan akses pegawai untuk informasi yang relevan, membangun, serta menggunakan jaringan pengetahuan dalam organisasi. Reid (2003) mengungkapkan bahwa berbagi pengetahuan membentuk kesempatan untuk memaksimalkan kemampuan organisasi dalam mendapati kebutuhan dengan menghasilkan solusi yang efisien dengan pencapaian keuntungan kompetitif perusahaan. Berbagi pengetahuan berkaitan dengan kemampuan pegawai untuk melakukan sosialisasi. Cara yang paling sukses untuk mengukur kegiatan berbagi pengetahuan adalah dengan melacak aliran pengetahuan di antara pegawai. Organisasi tidak dapat membuat pengetahuan sendiri tanpa adanya inisiasi dari individu dan interaksi yang dilakukan oleh kelompok. Menurut Nonaka & Takeuchi (1995) Knowledge can be strengthened at the group level through dialogue, discussion, experience sharing, and observation. Dapat diartikan bahwa pengetahuan dapat diperkuat dengan menggunakan kelompok melalui dialog, diskusi, berbagi pengalaman, dan observasi. 

Tidak ada komentar: