Menurut Mangkunegara (2007) terdapat beberapa indikator yang
digunakan untuk mengukur kinerja, namun hampir seluruhnya
mempertimbangkan kuantitas dan kualitas sebagai cara pengukurannya: 1) Kuantitas kerja
Kuantitas merupakan produksi yang dihasilkan dapat ditunjukkan
dalam bentuk satuan mata uang, jumlah unit, atau jumlah siklus
kegiatan yang diselesaikan. Biasanya untuk pekerjaan tertentu sudah
ditetapkan kuantitas yang harus dicapai. Pencapaian kuantitas yang
diharapkan adalah jumlah yang sesuai dengan target atau melebihi
target yang telah ditetapkan.
2) Kualitas kerja
Pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan melihat kualitas
(mutu) dari pekerjaan yang dihasilkan melalui suatu proses tertentu.
Dengan kata lain bahwa kualitas merupakan suatu tingkatan dimana
proses atau hasil dari penyelesaian suatu kegiatan mendekati titik
kesempurnaan. Makin sempurna suatu produk, maka kinerja makin
baik, demikian pula sebaliknya jika kualitas pekerjaan yang
dihasilkan rendah maka kinerjanya juga rendah. Dalam praktiknya,
kualitas suatu pekerjaan dapat dilihat dalam nilai tertentu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar