Drucker (1998) dalam Tobing (2007:16) mendefinisikan knowledge
sebagai informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang, hal itu terjadi
ketika informasi tersebut menjadi dasar untuk bertindak, atau ketika
informasi tersebut memberi kemampuan seseorang atau institusi untuk
mengambil tindakan yang berbeda dan lebih efektif dari tindakan
20
sebelumnya. Chao-Sen Wu et al. (2012) menyatakan bahwa berbagi
pengetahuan dapat digambarkan sebagai proses belajar, bertukar dan
memberikan pengetahuan untuk meningkatkan keunggulan bersaing
individu.
Menurut Subagyo (2007:3) knowledge sharing (berbagi
pengetahuan) merupakan salah satu metode atau salah satu langkah
dalam manajemen pengetahuan yang digunakan untuk memberikan
kesempatan kepada anggota suatu kelompok, organisasi, instansi, atau
perusahaan untuk berbagi ilmu pengetahuan, teknik, pengalaman dan ide
yang mereka miliki kepada anggota lainnya. Berbagi pengetahuan hanya
dapat dilakukan bilamana setiap anggota memiliki kesempatan yang luas
dalam menyampaikan pendapat, ide, kritikan, dan komentarnya kepada
anggota lainnya.
Berbagi pengetahuan dapat tumbuh dan berkembang apabila
menemukan kondisi yang sesuai. Sedangkan kondisi tersebut ditentukan
oleh tiga faktor kunci yaitu orang, organisasi, dan teknologi (Brink, 2001
dalam Subagyo, 2007).
Berbagi pengetahuan dianggap sebagai hubungan
atau interaksi sosial antar orang per-orang, sedangkan permasalahan
organisasi memiliki dampak yang besar pada berbagi pengetahuan, dan
teknologi (informasi dan komunikasi) merupakan fasilitatornya (Brink,
2001 dalam Subagyo, 2007). Berbagi pengetahuan melibatkan
perpindahan pengetahuan dari satu spesifik ke dalam konteks lain.
Widayana (2005:14) menyatakan terdapat dua tipe knowledge, yaitu: 1) Tacit knowledge, adalah knowledge yang sebagian besar berada
dalam organisasi. Tacit knowledge adalah sesuatu yang kita ketahui
dan alami, namun sulit untuk diungkapkan secara jelas dan lengkap.
Pengetahuan ini sulit untuk dipindahkan kepada orang lain, karena
knowledge tersebut tersimpan pada masing – masing pikiran (otak)
para individu dalam organisasi sesuai kompetensinya.
2) Explicit knowledge, adalah pengetahuan dan pengalaman tentang
“bagaimana untuk”, yang diuraikan secara lugas dan sistematis.
Contoh konkretnya adalah buku petunjuk pengoperasian sebuah
mesin.
Secara sederhana knowledge sharing menurut Matzler et al. (2008)
adalah proses dimana individu saling mempertukarkan pengetahuan
mereka baik tacit knowledge maupun explicit knowledge.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa
knowledge sharing merupakan suatu metode yang digunakan untuk
memberikan kesempatan kepada anggota suatu kelompok, organisasi,
instansi, atau perusahaan untuk berbagi ilmu pengetahuan, teknik,
pengalaman dan ide yang mereka miliki kepada anggota lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar