Kasmir (2016) menyatakan jika dalam praktiknya, tidak selamanya
kinerja karyawan dalam kondisi seperti yang diinginkan baik oleh
karyawan itu sendiri ataupun organisasi. Di bawah ini merupakan faktor
– faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian kinerja:
1) Kemampuan dan Keahlian
Merupakan kemampuan atau skill yang dimiliki seseorang dalam
melakukan suatu pekerjaan. Semakin memiliki kemampuan dan keahlian maka akan dapat menyelesaikan pekerjaannya secara benar,
sesuai dengan yang telah ditetapkan. Artinya, karyawan yang
memiliki kemampuan dan keahlian yang baik, maka akan
memberikan kinerja yang baik pula, dan begitupun sebaliknya.
Dengan demikian kemampuan dan keahlian akan mempengaruhi
kinerja seseorang.
2) Pengetahuan
Karyawan yang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan secara
baik akan memberikan hasil pekerjaan yang baik, demikian pula
sebaliknya. Pengetahuan yang didapat individu dalam organisasi
akan bertambah dengan adanya knowledge sharing. Apabila
karyawan bersedia membagi pengetahuan tentang pekerjaan yang
dimilikinya kepada rekan kerjanya, maka akan semakin bertambah
individu yang dapat memberikan kinerja baik bagi suatu organisasi
tempatnya bekerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
meningkatnya aktivitas knowledge sharing akan berpengaruh pada
meningkatnya kinerja individu.
3) Motivasi Kerja
Motivasi kerja merupakan dorongan bagi seseorang untuk
melakukan pekerjaan. Jika karyawan memiliki dorongan yang kuat
dari dalam dirinya atau dorongan dari luar dirinya (misalnya dari
pihak perusahaan), maka karyawan akan terangsang atau terdorong
untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Pada akhirnya dorongan atau rangsangan baik dari dalam maupun dari luar diri seseorang
akan menghasilkan kinerja yang baik.
4) Komitmen
Merupakan kepatuhan karyawan untuk menjalankan kebijakan
atau peraturan perusaan dalam bekerja. Komitmen juga dapat
diartikan kepatuhan karyawan kepada janji – janji yang telah
dibuatnya. Atau dengan kata lain komitmen merupakan kepatuhan
untuk menjalankan keputusan yang telah dibuat.
5) Disiplin Kerja
Merupakan usaha karyawan untuk menjalankan aktivitas
kerjanya secara sungguh – sungguh. Disiplin kerja dalam hal ini
dapat berupa waktu, misalnya masuk kerja selalu tepat waktu.
Kemudian disiplin dalam mengerjakan apa yang diperintahkan
kepadanya sesuai dengan perintah yang harus dikerjakan. Karyawan
yang disiplin akan mempengaruhi kinerja.
Diantara faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan
di atas, terdapat dua faktor yang dijadikan sebagai variabel dalam
penelitian ini yaitu pengetahuan (knowledge sharing) dan disiplin kerja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar