Selasa, 06 Juli 2021

Gross Domestic Product (GDP) (skripsi dan tesis)

Dalam perekonomian suatu negara terdapat suatu indikator yang digunakan untuk menilai apakah perekonomian berlangsung dengan baik atau buruk. Indikator dalam menilai perekonomian tersebut harus dapat digunakan untuk mengetahui total pendapatan yang diperoleh semua orang dalam perekonomian. Indikator yang pas dan sesuai dalam melakukan pengukuran tersebut adalah Gross Domestic Product (GDP). Pengertian dari Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai pasar dari semua barang dan jasa akhir (final) yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode. Dengan kata lain, Gross Domestic Product merupakan nilai seluruh output produksi dalam perekonomian suatu negara. Gross Domestic Product (GDP) merupakan indikator ekonomi untuk mengukur total nilai produk dan barang jasa akhir dalam suatu perekonomian. Dalam perhitungan Gross Domestic Product (GDP) ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termask barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari Gross Domestic Product (GDP) dianggap bersifat bruto/kotor. Gross Domestic Product (GDP) mencerminkan kemampuan masyarakat untuk menyerap hasil produksi (ability to purchase) sehingga merangsang investor untuk meningkatkan investasi. Gross Domestic Product (GDP) mengukur dua hal pada saat bersamaan, yaitu total pendapatan masyarakat dalam perekonomian dan total pembelanjaan negara untuk membeli barang dan jasa hasil dari kegiatan perekonomian. Alasan Gross Domestic Product (GDP) dapat melakukan pengukuran total pendapatan dan pengeluaran dikarenakan untuk suatu perekonomian secara keseluruhan, pendapatan pasti sama dengan pengeluaran (Mankiw, 2006:5). Pendapatan naik akan mencerminkan kemampuan untuk mengembalikan modal (ability to pay). Hal ini menarik bagi investor untuk menanamkan modal dengan mempertimbangkan modal yang ditanam tersebut akan memberikan keuntungan di masa datang. Gross Domestic Product (GDP) dihitung dari dua macam cara penghitungan yaitu Gross Domestic Product (GDP) riil dan Gross Domestic Product (GDP) nominal. Gross Domestic Product (GDP) riil menggunakan harga konstan untuk menentukan nilai produksi barang dan jasa dalam perekonomian. Jadi, Gross Domestic Product (GDP) riil merupakan ukuran produksi barang dan jasa dalam perekonomian. Gross Domestic Product (GDP) nominal menilai produksi barang dan jasa dengan harga berlaku di masa sekarang. Gross Domestic Product (GDP) nominal dalam perhitungannya dipengaruhi kenaikan jumlah barang atau jasa yang diproduksi dan juga kenaikan harga barang atau jasa tersebut (Mankiw, 2006:15-16). Menurut Todaro (2004), terdapat 4 hal positif dari penanaman modal asing terhadap pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) yaitu : a. Peranannya dalam mengisi kekosongan atau kesenjangan sumber daya antara tingkat investasi yang ditargetkan (diinginkan) dengan jumlah aktual tabungan domestik yang dapat dimobilisasikan. b. Peranannya mengisi kesenjangan target jumlah devisa yang dibutuhkan dan jumlah aktual devisa dari pendapatan ekspor ditambah dengan bantuan luar negeri neto (trade gap). c. Peranannya mengisi kesenjangan target penerimaan pajak pemerintah dan jumlah pajak aktual yang dapat dikumpulkan. d. Peranannya mengisi kesenjangan di bidang manajemen, semangat kewiraswastaan, teknologi produksi, dan keterampilan kerja yang diharapkan dapat beroperasi di negara – negara berkembang yang bersangkutan. 

Tidak ada komentar: