Rabu, 02 Juni 2021
Norma Subjektif (skripsi dan tesis)
Norma subjektif merupakan keyakinan individu mengenai harapan orangorang disekitarnya yang berpengaruh, baik perorangan maupun kelompok untuk
melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu. Untuk memahami niat seseorang perlu juga mengukur norma-norma subjektif yang mempengaruhi niatnya
untuk bertindak. Norma subjektif dapat diukur secara langsung dengan menilai
perasaan konsumen tentang seberapa relevan orang lain yang menjadi panutannya
(seperti keluarga, teman sekelas, atau teman sekerja) yang akan menyetujui atau tidak
menyetujui tindakan tertentu yang dilakukannya (Suprapti, 2010:147).
Norma Subjektif diasumsikan sebagai suatu fungsi dari beliefs yang secara
spesifik seseorang setuju atau tidak setuju untuk menampilkan suatu perilaku
(Achmat, 2010). Seorang individu akan berniat menampilkan suatu perilaku tertentu
jika ia mempersepsikan bahwa orang-orang lain yang penting berfikir bahwa ia
seharusnya melakukan hal itu. Menurut Ajzen (2001) dalam Sarwoko (2011), norma
subjektif adalah keyakinan individu akan norma, orang di sekitarnya dan motivasi
individu untuk mengikuti norma tersebut. Marhaini (2008) menemukan bahwa norma
subjektif ternyata berpengaruh lebih besar daripada sikap dalam menentukan niat
untuk membeli komputer merek Acer. Menurut Marselius (2002) norma subjektif
adalah tekanan sosial yang dipersepsikan untuk melakukan atau tidak melakukan
suatu perilaku.
Ramayah dan Harun (2005) menyatakan norma subjektif yaitu keyakinan
individu untuk mematuhi arahan atau anjuran orang di sekitarnya untuk turut
melakukan aktivitas berwirausaha. Norma subjektif diukur dengan skala subjective
norm dengan indikator keyakinan peran keluarga dalam memulai usaha, keyakinan
dukungan teman dalam usaha, keyakinan dukungan dari dosen, keyakinan dukungan dari pengusaha-pengusaha yang sukses, dan keyakinan dukungan dalam usaha dari
orang yang dianggap penting. Norma subjektif diukur secara langsung dengan
penilaian perasaan responden terhadap kemauan untuk mengikuti saran orang-orang
penting bagi mereka (Tjahjono dan Ardi, 2008). Hermina dkk. (2011) menyatakan
niat berwirausaha akan terbentuk apabila keluarga memberikan pengaruh positif
terhadap niat tersebut, karena sikap dan aktifitas sesama anggota keluarga saling
mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung. Orang tua yang
berwirausaha dalam bidang tertentu dapat menimbulkan niat anaknya untuk menjadi
wirausaha
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar