Rabu, 02 Juni 2021
Sikap (skripsi dan tesis)
Sumarwan (2003:136) menyatakan sikap merupakan ungkapan perasaan
konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak, dan sikap juga bisa
menggambarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari
objek tersebut. Sikap merupakan suatu ekspresi perasaan seseorang yang
merefleksikan kesukaan atau ketidaksukaannya terhadap suatu obyek. Sikap
seseorang merupakan hasil dari suatu proses psikologis, oleh karena itu sikap tidak dapat diamati secara langsung, tetapi harus disimpulkan dari apa yang dikatakan atau
dilakukannya (Suprapti, 2010:135).
Chatzisarantis et al. (2005) menyatakan bahwa sikap merupakan anteseden
terpenting atau sebagai prediktor dari niat untuk aktivitas fisik dan perilaku. Sikap
(attitudes) konsumen adalah faktor terpenting yang akan mempengaruhi keputusan
konsumen. Konsep sikap sangat terkait dengan konsep kepercayaan (belief) dan
perilaku (behavior) (Sumarwan 2004:135). Arunkumar (2013) menyatakan bahwa
terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara sikap dengan intention terhadap
objek. Sikap disebut juga sebagai konsep yang paling khusus dan sangat dibutuhkan
dalam psikologis sosial kontemporer. Sikap juga merupakan salah satu konsep yang
paling penting yang digunakan pemasar untuk memahami konsumen (Setiadi,
2013:143).
Allport (dalam Suprapti, 2010:135) mengemukakan sikap adalah predisposisi
yang dipelajari untuk merespon suatu obyek atau sekelompok obyek dalam suatu cara
yang menyenangkan atau tidak menyenangkan secara konsisten. Sikap konsumen
terhadap suatu obyek adalah berupa tendensi atau kecenderungan yang disukainya
untuk mengevaluasi obyek itu dalam suatu cara yang menyenangkan atau tidak
menyenangkan secara konsisten, yaitu evaluasinya terhadap obyek tersebut secara
keseluruhan dari yang paling buruk sampai yang paling baik. Menurut Suprapti
(2010:136), sikap memiliki sifat sebagai berikut:
1) Sikap adalah predisposisi yang dipelajari. Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari, artinya bahwa sikap yang relevan
dengan perilaku pembelian terbentuk sebagai suatu hasil pengalaman
langsung dengan produk, sosialisasi dari keluarga khususnya orang tua, atau
informasi yang diperoleh dari pihak lain. Penting untuk dicatat bahwa sikap
mungkin dihasilkan oleh perilaku tetapi sikap itu sendiri tidak sama dengan
perilaku. Sikap merefleksikan evaluasi yang menyenangkan atau tidak
menyenangkan tentang suatu obyek. Sebagai suatu predisposisi yang
dipelajari, sikap bersifat motivasional, karena bisa mendorong atau
menghindarkan konsumen untuk berperilaku tertentu.
2) Sikap memiliki konsistensi
Sikap bersifat relatif konsisten dengan perilaku yang direfleksikannya. Meski
bersifat konsisten, sikap tidak selalu permanen karena sikap bisa berubah.
3) Sikap terjadi di dalam sebuah situasi.
Situasi yang dimaksudkan merupakan peristiwa atau keadaan yang pada suatu
waktu tertentu mempengaruhi hubungan antara sikap dan perilaku. Suatu
situasi spesifik dapat menyebabkan konsumen berperilaku tidak konsisten
dengan sikapnya.
Selain memiliki sifat, sikap juga memiliki fungsi. Memahami fungsi sikap
berarti memahami bagaimana sikap itu menyampaikan sesuatu tentang seseorang.
Katz (dalam Setiadi 2013:145) mengklasifikasikan empat sikap yaitu:
1) Fungsi utilitarian Adalah fungsi yang berhubungan dengan prinsip - prinsip dasar imbalan dan
hukuman. Disini konsumen mengembangkan beberapa sikap terhadap produk
atas dasar apakah suatu produk memberikan kepuasan atau kekecewaan.
2) Fungsi ekspresi nilai
Konsumen mengembangkan sikap terhadap suatu merek produk bukan
didasarkan atas manfaat produk itu, tetapi lebih didasarkan atas kemampuan
merek produk itu mengekspresikan nilai-nilai yang ada pada dirinya.
3) Fungsi mempertahankan ego
Sikap yang dikembangkan oleh konsumen cenderung untuk melindungi
dirinya dari tantangan eksternal maupun perasaan internal, sehingga
membentuk fungsi mempertahankan ego.
4) Fungsi pengetahuan
Sikap membantu konsumen mengorganisasikan informasi yang begitu banyak
yang setiap hari dipaparkan pada dirinya. Fungsi pengetahuan dapat
membantu konsumen mengurangi ketidakpastian dan kebingungan dalam
memilah-milah informasi yang relevan dan tidak relevan dengan
kebutuhannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar