Rabu, 02 Juni 2021
Persepsi kontrol keperilakuan (skripsi dan tesis)
Persepsi kontrol keperilakuan (perceived behavioral control) menggambarkan
tentang perasaan kemampuan diri (self eficacy) individu dalam melakukan suatu
perilaku. Menurut Teo dan Lee (2010), kontrol perilaku yang dirasakan mengacu
pada persepsi kemudahan atau kesulitan dalam melaksanakan perilaku dan sejumlah
pengendalian seseorang atas pencapaian tujuan dari perilaku tersebut. Dharmmesta
(1998) menyatakan persepsi kontrol keperilakuan merupakan kondisi dimana orang
percaya bahwa suatu tindakan itu mudah atau sulit dilakukan, mencakup juga
pengalaman masa lalu disamping rintangan-rintangan yang ada yang
dipertimbangkan oleh orang tersebut. Masalah kontrol keperilakuan (behavioral
control) hanya dapat terjadi dalam batas-batas tindakan tertentu dan tindakan lain
terjadi karena pengaruh faktor-faktor di luar kontrol seseorang (Dharmmesta, 1998). Kontrol keperilakuan yang dirasakan dapat berpengaruh pada niat atau secara
langsung pada perilaku itu sendiri.
Persepsi kontrol keperilakuan merupakan keyakinan tentang ada atau tidaknya
faktor-faktor yang memfasilitasi dan menghalangi individu untuk melakukan suatu
perilaku. Persepsi kontrol keperilakuan ditentukan oleh pengalaman masa lalu
individu dan juga perkiraan individu mengenai seberapa sulit atau mudahnya untuk
melakukan suatu perilaku. Dalam model Teori perilaku terencana, Perceived
Behavioral Control mengacu kepada persepsi seseorang terhadap sulit tidaknya
melaksanakan tindakan yang diinginkan, terkait dengan keyakinan akan tersedia atau
tidaknya sumber dan kesempatan yang diperlukan untuk mewujudkan perilaku
tertentu (Ajzen, 2005).
Persepsi kontrol keperilakuan menunjuk suatu derajat dimana seorang
individu merasa bahwa tampil atau tidaknya suatu perilaku yang dimaksud adalah
dibahwa pengendaliannya. Orang cenderung tidak akan membentuk suatu intensi
yang kuat untuk menampilkan suatu perilaku tertentu jika ia percaya bahwa ia tidak
memiliki sumber atau kesempatan untuk melakukannya meskipun ia memiliki sikap
yang positif dan ia percaya bahwa orang-orang lain yang penting baginya akan
menyetujuinya. Persepsi kontrol keperilakuan dapat mempengaruhi perilaku secara
langsung ataupun tidak langsung melalui intensi (Achmat, 2010).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar