Para ahli sepakat berpendapat bahwa terdapat kebutuhan yang khas pada
remaja. Kebutuhan itu berkaitan dengan psikologis-sosiologis yang mendorong
remaja untuk berperilaku yang juga khas. Menurut Garrison (Mappiare, dalam
Ali & Asrori, 2009), terdapat beberapa kebutuhan yang khas bagi remaja, antara
lain:
a. Kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan ini ada sejak remaja dilahirkan
dan menunjukkan berbagai cara perwujudan selama masa remaja.
b. Kebutuhan akan keikutsertaan dan diterima dalam kelompok merupakan hal
yang penting sejak remaja “melepaskan diri” dari keterikatan keluarga dan
berusaha memantapkan hubungan dengan lawan jenis.
c. Kebutuhan untuk berdiri sendiri yang dimulai sejak usia muda sangat
penting manakala remaja dituntut untuk menentukan berbagai macam
pilihan dan mengambil keputusan. d. Kebutuhan untuk berprestasi menjadi sangat penting seiring dengan
pertumbuhannya mengarah kepada kedewasaan dan kematangan.
e. Kebutuhan akan pergaulan dengan orang lain, terjadi sejak mereka
bergantung dalam hubungan dengan teman sebaya.
f. Kebutuhan untuk dihargai dirasakannya berdasarkan pandangan sendiri
yang menurutnya pantas bagi dirinya.
g. Kebutuhan memperoleh falsafah hidup yang utuh terutama Nampak dengan
bertambahnya kematangan untuk mendapatkan kepastian. Remaja mulai
memerlukan beberapa petunjuk yang akan memberikannya dasar dalam
membuat keputusan.
Dalam masa remaja terdapat bahaya-bahaya yang mungkin saja terjadi
dikarenakan oleh suatu hal.
Bahaya tersebut dapat dibedakan pada dua kategori,
yaitu bahaya fisik dan bahaya psikologis (Hurlock, 1999)
a. Bahaya Fisik
Terdapat beberapa macam bahaya fisik yang dialami selama masa
remaja, yaitu kematian, bunuh diri, cacat fisik, kekuatan, kecanggungan dan
kekakuan, bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan seksnya. Kematian akibat
terjangkitnya suatu penyakit jarang terjadi, dikarenakan kondisi fisik pada
masa remaja cenderung lebih baik dibandingkan dengan masa-masa
sebelumnya. Bunuh diri atau percobaan bunuh diri merupakan salah satu
bentuk bahaya fisik yang menghawatirkan, biasanya epnyebabnya adalah
karena remaja mengalami alienasi sosial ataupun mengalami keacuan
keluarga dan masalah sekolah.
Cacat fisik seperti gigi yang bengkok, penglihatan dan pendengaran
yang kurang baik, namun masih dapat diperbaiki. Penyakit kronis seperti
asma atau kegemukan yang dapat menghambat remaja melakukan hal-hal
yang dilakukan oleh teman-teman sebayanya. Akibat pertumbuhan otot
selama masa remaja, kekuatan menjadi meningkat, akan tetapi tidak semua
remaja mengalaminya sehingga mereka yang kekuatan ototnya tidak begitu
meningkat cenderung merasa kurang mampu dalam melakukan kegiatan.
Kecanggungan dan kekakuan yang terjadi karena perkembangan
keterampilan dan motorik yang tidak sesuai dengan teman sebaya. Selain
itu, bentuk yang kurang sesuai dengan seksnya dapat mengganggu karena
remaja lebih dinilai melalui penampilan diri yang sesuai dengan kelompok
seksnya dibandingkan anak-anak.
22
b. Bahaya Psikologis
Bahaya psikologis yang pokok pada masa remaja adalah berkisar
pada kegagalan menjalankan peralihan psikologis kea rah kematangan yang
merupakan tugas perkembangan masa remaja yang penting. Diantanya yaitu
masalah perilaku sosial, perilaku seksual, perilaku moral dan hubungan
keluarga. Dalam perilaku sosial, ketidakmatangan ditunjukkan dalam
pengelompokkan yang kekanak-kanakan serta diskriminasi yang didasarkan
pada ras, agama, atau sosial ekonomi yang berbeda. Bila hal ini berlanjut
sampai akhir masa dewasa, maka akan mengakibatkan ketidakmatangan.
Menurut Lubis (dalam Wibawa, 2004), keadaan emosi remaja yang masih
labil erat hubungannya dengan keadaan hormon. Suatu saat individu akan
bisa terlihat sedih sekali, dilain waktu individu dapat marah sekali. Hal ini
terjadi pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang mudah
tersinggung perasaannya.
Dalam hal perilaku seksual, remaja juga mengalami
ketidakmatangan, hal ini terjadi karena perubahan yang ekstrim, yang mana
pada masa akhir kanak-kanak cenderung memusuhi lawan jenis namun pada
masa remaja justru menatuh minat dan mengembangkan kasih sayang pada
lawan jenis. Masalah-masalah hubungan seks diluar pernikahan, serta
kehamilan usia dini merupakan ciri-ciri ketidakmatangan remaja.
Secara perilaku moral, remaja cenderung terlibat dalam kenakalan
remaja hingga penggunaan obat terlarang. Dalam hubungan dengan
keluarga, remaja yang memiliki hubungan keluarga kurang baik dapat
mengakibatkan terjadinya hubungan yang buruk diluar lingkungan
keluarganya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar