Jumat, 06 November 2020

Kebutuhan Khas dan Bahaya pada Masa Remaja (skripsi dan tesis)

 
Para ahli sepakat berpendapat bahwa terdapat kebutuhan yang khas pada remaja. Kebutuhan itu berkaitan dengan psikologis-sosiologis yang mendorong remaja untuk berperilaku yang juga khas. Menurut Garrison (Mappiare, dalam Ali & Asrori, 2009), terdapat beberapa kebutuhan yang khas bagi remaja, antara lain: a. Kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan ini ada sejak remaja dilahirkan dan menunjukkan berbagai cara perwujudan selama masa remaja. b. Kebutuhan akan keikutsertaan dan diterima dalam kelompok merupakan hal yang penting sejak remaja “melepaskan diri” dari keterikatan keluarga dan berusaha memantapkan hubungan dengan lawan jenis. c. Kebutuhan untuk berdiri sendiri yang dimulai sejak usia muda sangat penting manakala remaja dituntut untuk menentukan berbagai macam pilihan dan mengambil keputusan.  d. Kebutuhan untuk berprestasi menjadi sangat penting seiring dengan pertumbuhannya mengarah kepada kedewasaan dan kematangan. e. Kebutuhan akan pergaulan dengan orang lain, terjadi sejak mereka bergantung dalam hubungan dengan teman sebaya. f. Kebutuhan untuk dihargai dirasakannya berdasarkan pandangan sendiri yang menurutnya pantas bagi dirinya. g. Kebutuhan memperoleh falsafah hidup yang utuh terutama Nampak dengan bertambahnya kematangan untuk mendapatkan kepastian. Remaja mulai memerlukan beberapa petunjuk yang akan memberikannya dasar dalam membuat keputusan. Dalam masa remaja terdapat bahaya-bahaya yang mungkin saja terjadi dikarenakan oleh suatu hal. 
Bahaya tersebut dapat dibedakan pada dua kategori, yaitu bahaya fisik dan bahaya psikologis (Hurlock, 1999) a. Bahaya Fisik Terdapat beberapa macam bahaya fisik yang dialami selama masa remaja, yaitu kematian, bunuh diri, cacat fisik, kekuatan, kecanggungan dan kekakuan, bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan seksnya. Kematian akibat terjangkitnya suatu penyakit jarang terjadi, dikarenakan kondisi fisik pada masa remaja cenderung lebih baik dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya. Bunuh diri atau percobaan bunuh diri merupakan salah satu bentuk bahaya fisik yang menghawatirkan, biasanya epnyebabnya adalah karena remaja mengalami alienasi sosial ataupun mengalami keacuan keluarga dan masalah sekolah. Cacat fisik seperti gigi yang bengkok, penglihatan dan pendengaran yang kurang baik, namun masih dapat diperbaiki. Penyakit kronis seperti asma atau kegemukan yang dapat menghambat remaja melakukan hal-hal yang dilakukan oleh teman-teman sebayanya. Akibat pertumbuhan otot selama masa remaja, kekuatan menjadi meningkat, akan tetapi tidak semua remaja mengalaminya sehingga mereka yang kekuatan ototnya tidak begitu meningkat cenderung merasa kurang mampu dalam melakukan kegiatan. Kecanggungan dan kekakuan yang terjadi karena perkembangan keterampilan dan motorik yang tidak sesuai dengan teman sebaya. Selain itu, bentuk yang kurang sesuai dengan seksnya dapat mengganggu karena remaja lebih dinilai melalui penampilan diri yang sesuai dengan kelompok seksnya dibandingkan anak-anak. 22 b. Bahaya Psikologis Bahaya psikologis yang pokok pada masa remaja adalah berkisar pada kegagalan menjalankan peralihan psikologis kea rah kematangan yang merupakan tugas perkembangan masa remaja yang penting. Diantanya yaitu masalah perilaku sosial, perilaku seksual, perilaku moral dan hubungan keluarga. Dalam perilaku sosial, ketidakmatangan ditunjukkan dalam pengelompokkan yang kekanak-kanakan serta diskriminasi yang didasarkan pada ras, agama, atau sosial ekonomi yang berbeda. Bila hal ini berlanjut sampai akhir masa dewasa, maka akan mengakibatkan ketidakmatangan. Menurut Lubis (dalam Wibawa, 2004), keadaan emosi remaja yang masih labil erat hubungannya dengan keadaan hormon. Suatu saat individu akan bisa terlihat sedih sekali, dilain waktu individu dapat marah sekali. Hal ini terjadi pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang mudah tersinggung perasaannya. Dalam hal perilaku seksual, remaja juga mengalami ketidakmatangan, hal ini terjadi karena perubahan yang ekstrim, yang mana pada masa akhir kanak-kanak cenderung memusuhi lawan jenis namun pada masa remaja justru menatuh minat dan mengembangkan kasih sayang pada lawan jenis. Masalah-masalah hubungan seks diluar pernikahan, serta kehamilan usia dini merupakan ciri-ciri ketidakmatangan remaja. Secara perilaku moral, remaja cenderung terlibat dalam kenakalan remaja hingga penggunaan obat terlarang. Dalam hubungan dengan keluarga, remaja yang memiliki hubungan keluarga kurang baik dapat mengakibatkan terjadinya hubungan yang buruk diluar lingkungan keluarganya

Tidak ada komentar: