Jumat, 06 November 2020

Tahap dan Tugas Perkembangan Remaja (skripsi dan tesis)

 Menurut Sarwono (2010), dalam proses penyesuain diri menuju kedewasaan, setiap remaja harus melewati tiga tahapan perkembangan, yaitu: a. Remaja Awal (early adolescence), remaja pada tahap ini masih terheranheran akan perubahan yang terjadi pada dirinya dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Individu mulai mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis dan mudah terangsang secara erotis. b. Remaja Madya (middle adolescence), pada tahap ini remaja sangat tergantung pada teman dan senang kalau mempunyai banyak teman. Terdapat kecenderungan “narcistic”, menyukai teman-teman yang berada dalam kondisi bingung untuk memilih, antara peka atau tidak peduli, ramairamai atau sendiri, optimis atau pesimis, idealis atau materialis. c. Remaja Akhir (late adolescence), tahap ini adalah masa konsolidasi remaja menuju periode dewasa dan ditandai dengan pencapaian lima hal, yaitu:   1) Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek. 2) Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang lain dan dalam pengalaman baru. 3) Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi. 4) Egosentrisme diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain. 5) Tumbuh “dinding” yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum (the public). Sedangkan, menurut Havinghurst (dalam Hurlock, 1999), semua tugas perkembangan remaja dipusatkan pada penanggulangan sikap pola perilaku yang kekanak-kanakan dan mengadakan persiapan untuk menghadapi masa dewasa, seperti: a. Mencapai hubungan yang baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria atau wanita. b. Mencapai peran sosial pria dan wanita. c. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif. d. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya. e. Mempersiapkan karir ekonomi untuk masa depan yang akan datang. f. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga. g. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku dan mengembangkan ideologi.

Tidak ada komentar: