Penekanan anggaran merupakan usaha yang dilakukan oleh
karyawan atau bawahan untuk mencapai kinerja yang ditetapkan oleh
organisasi dan berusaha memperoleh varians yang menguntungkan.
Rani (2015) dalam Irfan (2016:160) mengatakan bahwa penekanan
anggaran merupakan desakan dari atasan kepada bawahan untuk
melaksanakan anggaran yang telah dibuat organisasi dengan sebaikbaiknya, dengan pemberian sanksi jika kurang dari target anggaran
dan pemberian kompensasi jika mampu melebihi target anggaran.
Budgetary slack dapat terjadi apabila dalam suatu organisasi,
kinerja karyawan atau bawahan ditentukan oleh anggaran yang telah
disusun. Karyawan merasakan tekanan dari anggaran yang ketat,
kegelisahan dari laporan kinerja yang buruk, dan kegembiraan atau
puas karena memenuhi anggaran (Suartana, 2010). Dengan demikian
karyawan atau bawahan akan berusaha meningkatkan kinerja mereka salah satunya dengan membuat slack anggaran, sehingga anggaran
akan lebih mudah untuk dicapai.
Suartana (2010:138) mengatakan bahwa :
“Seringkali perusahaan menggunakan anggaran sebagai satusatunya pengukur kinerja manajemen, karena itu yang tersedia.
Penekanan seperti ini dapat memungkinkan timbulnya slack.
Penilaian kinerja berdasarkan tercapai atau tidaknya target
anggaran akan mendorong bawahan untuk menciptakan slack dengan
tujuan meningkatkan prospek kompensasi kedepannya.”
Selanjutnya Armaeni (2012:41) menegaskan bahwa :
“Ketika suatu organisasi menggunakan anggaran sebagai
salah satu tolok ukur kinerja, maka bawahan akan berusaha
meningkatkan kinerjanya dengan dua cara yaitu yang pertama,
meningkatkan performance, sehingga realisasi anggarannya lebih
tinggi daripada yang telah dianggarkan. Sedang cara yang kedua
adalah dengan cara membuat anggaran mudah untuk dicapai atau
dengan kata lain melonggarkan anggaran, misalnya dengan
merendahkan target pendapatan dan meninggikan biaya perusahaan,
sehingga anggaran tersebut mudah untuk dicapai, dalam hal ini akan
menimbulkan budgetary slack.”
Anggasta (2014:517) menyebutkan enam parameter yang
dapat digunakan untuk menilai penekanan anggaran, yaitu:
a. Anggaran sebagai alat pengendali (pengawasan) kinerja.
b. Anggaran sebagai tolok ukur kinerja.
c. Anggaran yang ditetapkan menuntut kinerja untuk mencapai
target anggaran.
d. Anggaran yang ditetapkan meningkatkan kinerja.
e. Reward dari atasan ketika target anggaran tercapai.
f. Terdapat kompensasi ketika target anggaran tercapai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar