Kamis, 08 Oktober 2020

Penekanan Anggaran (skripsi dan tesis)

 Penekanan anggaran merupakan usaha yang dilakukan oleh karyawan atau bawahan untuk mencapai kinerja yang ditetapkan oleh organisasi dan berusaha memperoleh varians yang menguntungkan. Rani (2015) dalam Irfan (2016:160) mengatakan bahwa penekanan anggaran merupakan desakan dari atasan kepada bawahan untuk melaksanakan anggaran yang telah dibuat organisasi dengan sebaikbaiknya, dengan pemberian sanksi jika kurang dari target anggaran dan pemberian kompensasi jika mampu melebihi target anggaran. Budgetary slack dapat terjadi apabila dalam suatu organisasi, kinerja karyawan atau bawahan ditentukan oleh anggaran yang telah disusun. Karyawan merasakan tekanan dari anggaran yang ketat, kegelisahan dari laporan kinerja yang buruk, dan kegembiraan atau puas karena memenuhi anggaran (Suartana, 2010). Dengan demikian karyawan atau bawahan akan berusaha meningkatkan kinerja mereka  salah satunya dengan membuat slack anggaran, sehingga anggaran akan lebih mudah untuk dicapai. Suartana (2010:138) mengatakan bahwa : “Seringkali perusahaan menggunakan anggaran sebagai satusatunya pengukur kinerja manajemen, karena itu yang tersedia. Penekanan seperti ini dapat memungkinkan timbulnya slack. Penilaian kinerja berdasarkan tercapai atau tidaknya target anggaran akan mendorong bawahan untuk menciptakan slack dengan tujuan meningkatkan prospek kompensasi kedepannya.” 
Selanjutnya Armaeni (2012:41) menegaskan bahwa : “Ketika suatu organisasi menggunakan anggaran sebagai salah satu tolok ukur kinerja, maka bawahan akan berusaha meningkatkan kinerjanya dengan dua cara yaitu yang pertama, meningkatkan performance, sehingga realisasi anggarannya lebih tinggi daripada yang telah dianggarkan. Sedang cara yang kedua adalah dengan cara membuat anggaran mudah untuk dicapai atau dengan kata lain melonggarkan anggaran, misalnya dengan merendahkan target pendapatan dan meninggikan biaya perusahaan, sehingga anggaran tersebut mudah untuk dicapai, dalam hal ini akan menimbulkan budgetary slack.” Anggasta (2014:517) menyebutkan enam parameter yang dapat digunakan untuk menilai penekanan anggaran, yaitu: a. Anggaran sebagai alat pengendali (pengawasan) kinerja. b. Anggaran sebagai tolok ukur kinerja. c. Anggaran yang ditetapkan menuntut kinerja untuk mencapai target anggaran. d. Anggaran yang ditetapkan meningkatkan kinerja. e. Reward dari atasan ketika target anggaran tercapai. f. Terdapat kompensasi ketika target anggaran tercapai

Tidak ada komentar: