Menurut Dunk (1993) dalam Apriyandi (2011:22) informasi
asimetri terjadi ketika bawahan memiliki informasi yang lebih
dibandingkan dengan atasan mereka mengenai suatu unit organisasi
atau suatu pusat pertanggungjawaban bawahan. Falikhatun (2007:6)
mendefinisikan informasi asimetri sebagai suatu kondisi dimana
pemilik atau atasan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai
kinerja agen atau bawahan sehingga atasan tidak dapat menentukan
kontribusi bawahan terhadap hasil aktual perusahaan.
Konsep informasi asimetri yaitu atasan/pemegang kuasa
anggaran mungkin mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih
daripada bawahan/pelaksana anggaran mengenai unit tanggung jawab
bawahan/pelaksana anggaran, ataupun sebaliknya (Suartana, 2010).
Konsep tersebut akan menimbulkan dua kemungkinan, yakni jika
atasan/pemegang kuasa anggaran yang memiliki pengetahuan dan
wawasan yang lebih baik, akan muncul tuntutan atau motivasi untuk meningkatkan pencapaian target anggaran yang dirasa terlalu tinggi
bagi bawahan/pelaksana anggaran.
Sebaliknya, jika bawahan/
pelaksana anggaran yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang
lebih baik daripada atasan, maka akan terjadi kemungkinan untuk
memasang target anggaran yang rendah sehingga mudah untuk
dicapai. Keadaan dimana salah satu pihak mempunyai pengetahuan
dan/atau informasi lebih daripada yang lainnya terhadap sesuatu hal
disebut informasi asimetris (Suartana, 2010).
Ada enam indikator atau parameter yang dapat digunakan
untuk mengukur informasi asimetri yang dikemukakan oleh Dunk
(1993) dalam Riansah (2013:69), yaitu informasi yang dimiliki
bawahan dibandingkan dengan atasan, hubungan input output yang
ada dalam operasi internal, kinerja potensial, teknis pekerjaan,
penilaian dampak potensial dan pencapaian bidang kegiatan.
Bagi tujuan perencanaan, anggaran yang dilaporkan
seharusnya sesuai dengan kinerja yang diharapkan oleh organisasi.
Namun, karena bawahan memiliki informasi yang lebih baik daripada
atasan, maka bawahan dapat mengambil kesempatan melalui
partisipasinya dalam penyusunan anggaran dengan memberikan
informasi yang bias dari informasi pribadi mereka, dengan membuat
anggaran yang rendah sehingga lebih mudah dicapai, sehingga
terjadilah budgetary slack (Falikhatun,2007).
30
Young (1993) dalam Falikhatun (2007:7) mengemukakan
beberapa kondisi perusahaan yang kemungkinan besar timbul
informasi asimetri, yaitu :
a. Perusahaan yang sangat besar.
b. Mempunyai penyebaran secara geografis.
c. Memiliki produk yang beragam.
d. Membutuhkan teknologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar