Kamis, 08 Oktober 2020

Informasi Asimetri (skripsi dan tesis)

Menurut Dunk (1993) dalam Apriyandi (2011:22) informasi asimetri terjadi ketika bawahan memiliki informasi yang lebih dibandingkan dengan atasan mereka mengenai suatu unit organisasi atau suatu pusat pertanggungjawaban bawahan. Falikhatun (2007:6) mendefinisikan informasi asimetri sebagai suatu kondisi dimana pemilik atau atasan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai kinerja agen atau bawahan sehingga atasan tidak dapat menentukan kontribusi bawahan terhadap hasil aktual perusahaan. Konsep informasi asimetri yaitu atasan/pemegang kuasa anggaran mungkin mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih daripada bawahan/pelaksana anggaran mengenai unit tanggung jawab bawahan/pelaksana anggaran, ataupun sebaliknya (Suartana, 2010). Konsep tersebut akan menimbulkan dua kemungkinan, yakni jika atasan/pemegang kuasa anggaran yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih baik, akan muncul tuntutan atau motivasi untuk  meningkatkan pencapaian target anggaran yang dirasa terlalu tinggi bagi bawahan/pelaksana anggaran. 
Sebaliknya, jika bawahan/ pelaksana anggaran yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih baik daripada atasan, maka akan terjadi kemungkinan untuk memasang target anggaran yang rendah sehingga mudah untuk dicapai. Keadaan dimana salah satu pihak mempunyai pengetahuan dan/atau informasi lebih daripada yang lainnya terhadap sesuatu hal disebut informasi asimetris (Suartana, 2010). Ada enam indikator atau parameter yang dapat digunakan untuk mengukur informasi asimetri yang dikemukakan oleh Dunk (1993) dalam Riansah (2013:69), yaitu informasi yang dimiliki bawahan dibandingkan dengan atasan, hubungan input output yang ada dalam operasi internal, kinerja potensial, teknis pekerjaan, penilaian dampak potensial dan pencapaian bidang kegiatan. Bagi tujuan perencanaan, anggaran yang dilaporkan seharusnya sesuai dengan kinerja yang diharapkan oleh organisasi. Namun, karena bawahan memiliki informasi yang lebih baik daripada atasan, maka bawahan dapat mengambil kesempatan melalui partisipasinya dalam penyusunan anggaran dengan memberikan informasi yang bias dari informasi pribadi mereka, dengan membuat anggaran yang rendah sehingga lebih mudah dicapai, sehingga terjadilah budgetary slack (Falikhatun,2007). 30 Young (1993) dalam Falikhatun (2007:7) mengemukakan beberapa kondisi perusahaan yang kemungkinan besar timbul informasi asimetri, yaitu : a. Perusahaan yang sangat besar. b. Mempunyai penyebaran secara geografis. c. Memiliki produk yang beragam. d. Membutuhkan teknologi.

Tidak ada komentar: