Kamis, 08 Oktober 2020

Budgetary Slack (skripsi dan tesis)

Menurut pendapat Belkaoui (1989) dalam Suartana (2010), slack atau senjangan adalah kecenderungan dari organisasi atau individu untuk tidak mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dan kecenderungan untuk tidak melakukan efisiensi. Senjangan anggaran merupakan selisih antara jumlah yang dianggarkan dengan kemampuan atau kebutuhan riil yang dimiliki pengguna anggaran (Mahmudi, 2011). Senjangan anggaran merupakan permasalahan umum yang sudah sering atau bahkan pasti terjadi dalam penganggaran. Meskipun senjangan anggaran tidak mungkin dihilangkan dalam proses penyusunan anggaran, harus tetap dilakukan upaya untuk mengurangi besarnya senjangan anggaran tersebut karena  senjangan anggaran yang terlalu tinggi akan berdampak pada kinerja organisasi yang sudah ditetapkan. Slack anggaran adalah perbedaan antara anggaran yang dinyatakan dengan estimasi anggaran terbaik yang secara jujur dapat diprediksikan. Manager menciptakan slack dengan mengestimasikan pendapatan lebih rendah dan biaya lebih tinggi (Suartana, 2010). Armaeni (2012:36) mengemukakan bahwa dalam keadaan terjadinya budgetary slack bawahan cenderung mengajukan anggaran dengan merendahkan pendapatan dan menaikkan biaya dari estimasi terbaik yang diajukan, sehingga target akan mudah dicapai. Ada tidaknya slack dalam anggaran organisasi sektor publik hanya diketahui oleh pihak-pihak yang ikut dalam pembuatan anggaran tersebut. 
Terdapat beberapa faktor yang mendorong manager melakukan budgetary slack (Apriyandi,2011) yaitu : a. Seringnya atasan atau managemen tingkat atas mengubah atau memotong anggaran yang diusulkan tanpa mendiskusikan dengan bawahan. Untuk mengantisipasi hal tersebut biasanya manager atau bawahan melakukan budgetary slack. b. Adanya ketidakpastian pasar yang menyebabkan perkiraan volume tidak tepat. Untuk mengantisipasi hal tersebut manager cenderung menggunakan budgetary slack.
 Hermanto (2003) dalam Falikhatun (2007:2) menyebutkan tiga alasan utama seorang manager melakukan budgetary slack, yaitu :  a. Orang-orang percaya bahwa hasil pekerjaan mereka akan terlihat bagus dimata atasan jika mereka dapat mencapai anggarannya. b. Budgetary slack digunakan untuk mengatasi kondisi ketidakpastian, jika tidak ada kejadian yang tidak terduga, yang terjadi manager tersebut dapat melampaui atau mencapai anggarannya. c. Rencana anggaran selalu dipotong dalam proses pengalokasian sumber daya. Selain itu, Apriyandi (2011:26) menyebutkan empat kondisi penting yang dapat menyebabkan terjadinya Budgetary slack yaitu: a. Terdapat informasi asimetri antara managemen tingkat bawah dengan atasan. b. Kinerja manager yang tidak pasti. c. Manager memiliki kepentingan pribadi. d. Adanya konflik kepentingan antara managemen tingkat bawah dengan atasan. Budgetary slack dapat diukur menggunakan beberapa indikator. 
Dunk (1993) dalam Riansah (2013:70) menyebutkan indikator pengukuran budgetary slack yaitu pengaruh anggaran dalam motivasi produktivitas, pencapaian anggaran dalam pelaksanaan kerja, pengawasan dalam penggunaan anggaran, tanggungjawab anggaran, pencapaian target dan realisasi anggaran. 
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa budgetary slack merupakan perbedaan antara anggaran yang direncanakan dengan anggaran yang sesungguhnya dibutuhkan organisasi. Budgetary slack sengaja dilakukan untuk kepentingan pribadi penyusun anggaran dengan mempertinggi biaya dan memperendah pendapatan dengan tujuan supaya target anggaran dapat lebih mudah untuk dicapai

Tidak ada komentar: