Sistem manajemen mutu merupakan sekumpulan prosedur terdokumentasi
serta praktik-praktik standar untuk manajemen sistem yang bertujuan menjamin
6
kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang/jasa) terhadap kebutuhan dan
persyaratan tertentu (Gasperz, 2006).
Sistem manajemen mutu memberi gambaran bagaimana organisasi
menerapkan praktik-praktik manajemen mutu secara konsisten untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan dan pasar. Terdapat beberapa karakteristik umum dari
manajemen mutu antara lain (Gasperz, 2006):
1. Sistem manajemen mutu berfokus pada konsistensi dari proses kerja. Hal
ini sering mencakup beberapa tingkat dokumentasi terhadap standar-standar
kerja.
2. Sistem manajemen mutu berlandaskan pada pencegahan terhadap
kesalahan-kesalahan yang akan timbul.
3. Sistem manajemen mutu mencakup elemen-elemen: tujuan (objectives),
pelanggan (customer), hasil-hasil (output), proses-proses (processes),
masukan-masukan (input), pemasok (suppliers), dan pengukuran umpan
balik dan umpan maju (measurements for feedback and feedforward).
Dalam sistem manajemen mutu sering terdengar istilah Quality Control dan
Quality Assurance. Quality Control adalah kegiatan teknik dan kegiatan
memantau, mengevaluasi dan menindaklanjuti agar persayaratan yang telah
ditetapkan tercapai, sedangkan istilah Quality Assurance berarti semua tindakan
terencana dan sistematis yang diterapkan, untuk meyakinkan pelanggan bahwa
proses hasil kerja kontraktor akan memenuhi persyaratan. Dalam mengontrol
kualitas produk yang dihasilkan, harus mempersiapkan dokumen–dokumen yang
berupa panduan–panduan kerja secara tertulis, serta catatan/rekaman hasil kerja.
Dalam setiap lingkungan, pelaksanaan proses yang konsisten merupakan
kunci untuk peningkatan terus menerus yang efektif agar selalu memberikan
produk (barang/jasa) yang memenuhi harapan pelanggan atau pasar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar