Model probabilistik persediaan merupakan model
persediaan yang menggambarkan situasi riil yang terjadi dalam
prakteknya. Dikarenakan permintaan yang bersifat
deterministik atau cenderung stabil sangat jarang ditemukan. Model probabilistik dapat digunakan ketika permintaan
tidak diketahui tetapi dapat dispesifikasikan melalui rata-rata
distribusi probabilitas (Heizer dan Render , 2011). Permintaan
barang yang bervariasi atau tidak stabil akan dapat
menyebabkan kekurangan persediaan yang tidak diinginkan
selama masa lead time. Dikarenakan sulitnya menghitung
biaya akibat kehabisan persediaan , manajer persediaan perlu
menentukan sejumlah persediaan pengaman yang akan cukup
untuk memenuhi tingkat layanan ( service level ) terhadap
konsumen.
Menurut Gonzales ,et al (2010) teknik penting yang
digunakan bersamaan dengan EOQ adalah Reorder Point
(ROP) dan persediaan pengaman (safety stock). Kuantitas ROP
menggambarkan tingkat persediaan yang mengacu untuk titik
pemesanan kembali. Sedangkan kuantitas safety stock
melindungi perusahaan dari kehabisan persediaan.
Dalam menentukan ROP perlu diingat beberapa faktor
sebagai berikut :
1. Permintaan – Jumlah persediaan yang digunakan setiap
hari.
2. Lead Time – Waktu tenggang antara pemesanan sampai
pesanan tiba. 3. Safety stock – Kuantitas persediaan yang harus disimpan
sebagai antisipasi terjadinya peristiwa-peristiwa yang tidak
dapat diprediksi seperti permintaan yang tidak terduga atau
waktu tenggang yang tertunda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar