Selasa, 08 September 2020

Model Economic Order Quantity (EOQ) dalam Pengendalian Persediaan (skripsi dan tesis)

 Dalam manajemen operasi , sering timbul pertanyaan berapa banyak jumlah barang persediaan yang harus perusahaan simpan, dikarenakan terdapat pandangan bahwa persediaan adalah aset dan juga liabilitas (Koumanakos ,2008). Terlalu banyak persediaan akan mengkonsumsi banyak tempat , menciptakan beban finansial ,dan juga meningkatkan resiko kerusakan dan kehilangan barang. Sebaliknya ,kekurangan persediaan akan menandakan kinerja perusahaan yang buruk seperti forecasting dan penjadwalan yang tidak tepat serta perhatian yang kurang terhadap proses dan produksi sehingga manajemen akan membayar biaya kompensasi yang lebih untuk hal tersebut. Sebelum melihat kedalam metode pengendalian persediaan, perlu ditinjau kembali untuk tujuan seperti apa pengendalian persediaan itu dilakukan. Umumnya pengendalian persediaan dilakukan untuk membuat penyimpanan persediaan seefisien mungkin (Waters, 2003). Terdapat beberapa cara untuk mengukur efisiensi penyimpanan persediaan yaitu jumlah persediaan yang disimpan, biaya persediaan (holding cost) , berapa kali terdapat shortages (kekurangan persediaan ) ketika permintaan tidak dapat terpenuhi, perputaran barang (stock turnover) , dan sebagainya. Yang paling umum untuk digunakan sebagai ukuran kinerja mungkin adalah tingkat pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Jika persediaan disimpan dalam jumlah kecil , maka  akan sulit untuk memenuhi permintaan konsumen dan akan terjadi shortages. Sebaliknya , jika persediaan disimpan dalam jumlah besar , kesempatan untuk terjadi shortages akan berkurang tetapi biaya penyimpanan akan tinggi. Tujuan pengendalian persediaan yang paling umum adalah untuk meraih atau memenuhi layanan pelanggan dengan biaya minimum.
Menurut model EOQ , pabrik memesan beberapa barang atau bahan baku ke pemasoknya setiap jangka waktu tertentu , dengan ukuran pesanan (order quantity ) yang cukup untuk memenuhi permintaan produksi untuk periode waktu tertentu (Fazel, 1997). Untuk model ini, jumlah pesanan ekonomis yang 16 dapat meminimalisir biaya total persediaan dapat dihitung secara matematis. Biaya –biaya tersebut termasuk carrying cost, biaya transportasi , dan harga pembelian dari barang tersebut. Biayabiaya tersebut dapat dibagi menjadi biaya-biaya yang lebih spesifik , misalnya carrying cost dapat dibagi menjadi biaya penyimpanan fisik, biaya reorder atau pemesanan kembali, dan lain-lain (Waters,2003). Material atau bahan baku yang dibeli oleh suatu perusahaan kemungkinan memiliki pola konsumsi yang serupa atau bisa juga tidak serupa. Untuk pola konsumsi yang serupa dalam biaya pembelian maupun biaya penyimpanan maka permintaan dan pola konsumsi dapat ditentukan sebelumnya dan digunakan sebagai dasar untuk bernegosiasi dengan pemasok (Joshi dan Campbell , 1991 ) dalam (Fazel , 1997). Model EOQ inilah yang paling sesuai untuk menentukan jumlah pesanan untuk karakteristik barang yang telah disebutkan sebelumnya

Tidak ada komentar: