Selasa, 08 September 2020
Pengendalian Persediaan (skripsi dan tesis)
Mengoptimalkan persediaan merupakan persyaratan dasar bagi
perusahaan agar dapat menghasilkan kinerja operasi yang efisien serta untuk kelangsungan aktivitas-aktivitas perusahaan. Menurut Lamatic (2009)
kebijakan pengendalian persediaan didasarkan pada dua permintaan yaitu
jaminan atas keberlangsungan produksi atau penjualan dan berkurangnya
modal untuk pengembangan , pelestarian , dan menjaga persediaan
minimum yang diperlukan.
Salah satu alasan untuk pengadaan persediaan adalah agar perusahaan
dapat membeli atau menghasilkan barang dalam ukuran lot ekonomis.
Untuk menentukan kebijakan persediaan yang optimal , beberapa ukuran
berikut ini sangat diperlukan yaitu permintaan, biaya persediaan, dan waktu
tenggang.
Manajer persediaan seringkali dipertemukan dengan berbagai masalah
persediaan dan harus senantiasa sigap menanggapinya. Pada dasarnya
terdapat tiga pertanyaan penting tentang pengendalian persediaan yaitu ;
‘Dimana barang akan disimpan?’ , ‘Kapan sebaiknya perusahaan memesan
barang ke pemasok?’ dan ‘Berapa jumlah pesanan yang harus dibuat?’
(Waters , 2003). Menyimpan persediaan memerlukan biaya yang tinggi ,
maka dari itu perusahaan perlu menyimpan persediaan dalam tingkat yang
serendah mungkin.
Terdapat dua macam permintaan dalam pengendalian persediaan
yaitu permintaan deterministik dan permintaan stokastik. Permintaan yang
tidak diketahui sampai permintaan tersebut diterima disebut permintaan
stokastik (Sobel et al, 2001). Sifat stokastik dari permintaan tersebut
menyebabkan kehabisan persediaan atau kehilangan penjualan menjadi suatu permasalahan yang kerap ditemui. Namun , hal tersebut dapat
dihindari dengan metode-metode pengendalian persediaan. Dalam model
deterministik , semua ukuran dan variable diketahui dan pasti. Namun ,
dalam dunia nyata hal ini sangat jarang ditemukan. Menurut Lamatic
(2009) ketika permintaan diketahui dan waktu tunggu stabil maka
perusahaan dapat menempatkan pesanan di waktu yang sesuai tetapi jika
permintaan tidak diketahui dan waktu tunggu tidak stabil maka stockout
dapat dicegah dengan persediaan pengaman (safety stocks).
Model-model pengendalian persediaan berasumsi bahwa permintaan
untuk suatu item adalah independen atau dependen terhadap permintaan
untuk item lain ( Heizer dan Render , 2011). Sebagai contoh permintaan
untuk komponen suku cadang mobil dependen terhadap permintaan atau
kebutuhan mobil. Persediaan yang diteliti dalam penelitian ini termasuk
dalam permintaan yang independen dikarenakan kayu sengon merupakan
bahan tunggal untuk membuat kayu lapis dan tidak terpengaruh oleh item
lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar