Menurut Heizer dan Render (2011) biaya persediaan meliputi biaya
penyimpanan (holding cost), biaya pemesanan (ordering cost), dan biaya penyetelan
(setup cost). Biaya penyimpanan (holding cost) adalah biaya yang terkait dengan
menyimpan atau “membawa” persediaan selama waktu tertentu. Oleh karena itu,
biaya penyimpanan juga mencakup biaya barang usang dan biaya yang terkait dengan
penyimpanan, seperti asuransi, pegawai tambahan, dan pembayaran bunga. Biaya
pemesanan (ordering cost) adalah biaya dari persediaan, formulir, proses pesanan,
pembelian, dukungan administrasi, dan seterusnya. Ketika pesanan sedang
9
diproduksi, biaya pesanan juga ada, tetapi mereka adalah bagian dari biaya
penyetelan. Biaya penyetelan (setup cost) adalah biaya untuk mempersiapkan sebuah
mesin atau proses untuk membuat sebuah pesanan. Ini menyertakan waktu dan tenaga
kerja untuk membersihkan serta mengganti peralatan atau alat penahan. Manajer
operasi dapat menurunkan biaya pemesanan dengan mengurangi biaya penyetelan
serta menggunakan prosedur yang efisien, seperti pemesanan dan pembayaran
elektronik.
Sedangkan, menurut Ristono (2009), biaya persediaan dapat dibedakan atas
ongkos pembelian (purchase cost), ongkos pemesanan atau Biaya persiapan (order
cost/set up cost), Ongkos simpan (carrying cost / holding cost / storage cost), dan
Biaya kekurangan persediaan (stockout cost).
Ongkos pembelian adalah harga per
unit apabila item dibeli dari pihak luar, atau biaya produksi per unit apabila
diproduksi dalam perusahaan atau dapat dikatakan pula bahwa biaya pembelian
adalah semua biaya yang digunakan untuk membeli suku cadang. Penetapan dari
biaya pembelian ini tergantung dari pihak penjualan barang atau bahan sehingga
pihak pembeli hanya bisa mengikuti fluktuasi harga barang yang ditetapkan oleh
pihak penjual. Ordering cost adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan
pemesanan barang ke supplier. Besar kecilnya biaya pemesanan sangat tergantung
pada frekuensi pesanan, semakin sering memesan barang maka biaya yang
dikeluarkan akan semakin besar dan sebaliknya. Biaya pemesanan secara terperinci
meliputi biaya persiapan pesanan (biaya telepon atau ongkos menghubungi supplier,
pengeluaran surat menyurat), biaya penerimaan barang, seperti (biaya pembongkaran dan pemasukan ke gudang, biaya laporan penerimaan barang, biaya pemeriksaan
barang atau biaya pengecekan), biaya pengiriman pesanan ke gudang, dan biayabiaya proses pembayaran (biaya pembuatan cek, pengiriman cek, atau biaya transfer
ke bank supplier, dan sebagainya). Ongkos simpan adalah biaya yang dikeluarkan
atas investasi dalam persediaan dan pemeliharaan maupun investasi sarana fisik untuk
menyimpan persediaan, atau dapat pula dikatakan biaya yang timbul akibat
penyimpanan barang maupun bahan (diantaranya: fasilitas penyimpanan, sewa
gudang, keusangan, asuransi, pajak dan lain-lain). Yang termasuk dalam biaya
simpan adalah biaya sewa atau penggunaan gudang, biaya pemeliharaan barang,
biaya pemanasan atau pendinginan, bila untuk menjaga ketahanan barang dibutuhkan
faktor pemanas atau pendingin dan biaya menghitung dan menimbang barang. Biaya
kekurangan persediaan (stockout cost) adalah biaya yang ditimbulkan akibat hilang
kesempatan penjualan sebagai dampak dari kekurangan persediaan. Biaya yang
timbul adalah kehilangan pendapatan, selisih harga komponen, terganggunya operasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar