Minggu, 10 Mei 2020
Tipe Impulse Buying (skripsi dan tesis)
Semuel (2005) juga mengklasifikasikan suatu pembelian impulsif terjadi apabila
tidak terdapat tujuan pembelian merek tertentu atau kategori produk tertentu pada saat
masuk ke dalam toko. Sedangkan menurut Loudon dan Bitta dalam Sinaga (2008),
“Impulse buying or unplanned purchasing is another consumer purchasing pattern.
As the term 18 implies, the purchase that consumers do not specifically planned”. Ini
berarti bahwa impulse buying merupakan salah satu jenis perilaku konsumen, dimana
hal tersebut terlihat dari pembelian konsumen yang tidak secara rinci terencana.
Sedangkan Hausman (2000) mengatakan bahwa unplanned buying berkaitan dengan pembelian yang dilakukan tanpa ada perencanaan dan termasuk impulse buying yang
dibedakan oleh kecepatan relatif terjadinya keputusan pembelian.
Adapun tipe-tipe dari pembelian tidak terencana menurut Fadjar (2007) dalam :
1. Pure Impulse (pembelian Impulse murni) Sebuah pembelian menyimpang dari
pola pembelian normal. Tipe ini dapat dinyatakan sebagai novelty / escape
buying.
2. Suggestion Impulse (Pembelian impuls yang timbul karena sugesti) Pada
pembelian tipe ini, konsumen tidak mempunyai pengetahuan yang cukup
terlebih dahulu tentang produk baru, konsumen melihat produk tersebut untuk
pertama kali dan memvisualkan sebuah kebutuhan untuk benda tersebut.
3. Reminder Impulse (pembelian impulse karena pengalaman masa lampau)
Pembeli melihat produk tersebut dan diingatkan bahwa persediaan di rumah
perlu ditambah atau telah habis.
4. Planned Impulse (Pembelian impulse yang terjadi apabila kondisi penjualan
tertentu diberikan). Tipe pembelian ini terjadi setelah melihat dan mengetahui
kondisi penjualan. Misalnya penjualan produk tertentu dengan harga khusus,
pemberian kupon dan lain-lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar