Hedonisme berasal dari bahasa Yunani yaitu hedone yang artinya kesenangan atau
kenikmatan. Zhang et. al (2011) menemukan bahwa nilai hedonik merupakan
realisasi dari rangsangan lingkungan berbelanja (atmosfer gerai dan fasilitas
pelayanan yang disediakan dalam gerai). Nilai hedonik konsumsi merupakan
pengalaman konsumsi yang berhubungan dengan perasaan, fantasi, kesenangan, dan
pancaindera, dimana pengalaman tersebut mempengaruhi emosi seseorang Hirsman
and Holbrook (1986). Konsumsi hedonik mencerminkan nilai pengalaman berbelanja
seperti fantasi, arousal, stimulasi-sensori, kenikmatan, kesenangan, keingintahuan,
dan hiburan (Scarpi 2006).
17
Park et. al (2006) menyatakan bahwa konsumsi hedonik adalah salah satu segi dari
perilaku konsumen yang berhubungan dengan aspek multi-sensori, fantasi, dan emosi
dalam pengalaman yang dikendalikan oleh berbagai manfaat seperti kesenangan
dalam menggunakan produk. Hausman (2000) menyatakan bahwa nilai hedonik dapat
dipuaskan dengan perasaan emosional yang timbul dari interaksi sosial yang
didapatkan saat berbelanja. Konsumen yang lebih berorientasi pada motif hedonik
mengganggap bahwa gerai tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk berbelanja
tetapi juga tempat untuk rekreasi dan hiburan Zhang et. al (2011).
Karakteristik dari nilai hedonik adalah self-purposeful dan self-oriented Rintamaki
(2006). Karaktersitik nilai hedonik yangdimaksud disini adalah konsumsi hedonik
dilakukan dengan sengaja oleh konsumen itu sendiri dengan lebih memperhatikan
aspek pribadinya. Rintamaki (2006) juga mengemukakan bahwa pelanggan /pembeli
merealisasikan nilai hedonik saat perilaku belanja diapresiasi sebagai haknya, dengan
tidak mengindahkan perencanaan pembelian yang telah dibuat sebelumnya. Hal ini
berarti nilai hedonik sering direalisasikan demi memuaskan diri konsumen walaupun
perilaku ini harus dilakukan dengan melanggar rencana pembelian terhadap suatu
produk yang telah ditetapkan sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar