Konsumen membeli barang dan jasa dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan dan
keinginannya. Adapun motif yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian
antara lain, motif biologis, sosiologis, ekonomis, agama dan sebagainya. Beberapa
teori perilaku konsumen yang perlu dipelajari untuk mengetahui dan memahami
motivasi yang mendasari dan mengarahkan perilaku konsumen dalam melakukan
10
pembelian adalah teori ekonomi mikro, teori psikologis, teori sosiologis dan teori
antropologis (Dharmmesta & Handoko, 1997).
a. Teori Ekonomi Mikro
Menurut teori ini, keputusan untuk membeli merupakan hasil perhitungan ekonomis
rasional yang sadar. Pembeli individual berusaha menggunakan barang-barang yang
akan memberikan kegunaan (kepuasan) paling banyak, sesuai dengan selera dan
harga yang relatif.
b. Teori Psikologis
Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang selalu
dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat
kompleks dalam menganalisa perilaku manusia, karena proses mental tidak dapat
diamati secara langsung. Ada beberapa teori yang termasuk dalam teori psikologis
yang secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu teori pembelajaran
(learning theory) dan teori psikoanalistis (psychoanalytic theory).
c. Teori Sosiologis
Teori ini sering disebut juga teori psikologis sosial, dikemukakan ahli-ahli sosiologis
yang lebih menitik beratkan pada hubungan dan pengaruh antar individu yang
dikaitkan dengan perilaku mereka. Jadi lebih mengutamakan perilaku kelompok
daripada perilaku individu. Keinginan dan perilaku seseorang sebagian dibentuk oleh
kelompok masyarakat tempat dimana dia menjadi anggota dan kelompok
d. Teori Antropologis
Seperti pada teori sosiologis, teori ini juga menekankan pada perilaku pembelian pada
suatu kelompok masyarakat. Akan tetapi kelompok-kelompok yang lebih diutamakan
dalam teori ini adalah kelompok yanglebih besar atau ruang lingkupnya luas, bukan
kelompok kecil seperti keluarga. Yang termasuk dalam kelompok besar ini antara lain
kebudayaan, sub culture dan kelas-kelas sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar