Motivasi menurut KBBI dorongan yg timbul pada diri seseorang secara sadar atau
tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi adalah
kebutuhan dengan tekanan kuat yang mendorong seseorang untuk mencari kepuasan
atas kebutuhan tersebut (Kotler 2008). Motivasi adalah kebutuhan yang cukup
mampu mendorong seseorang bertindak (Kotler dan Keller, 2009). Sedangkan
menurut Handoko (2001) mengatakan bahwa motivasi adalah suatu keadaan dalam
pribadi yang mendorong keinginan individu untuk melakukan keinginan tertentu
guna mencapai tujuan. Dalam bidang pemasaran Sigit (2002) menjelaskan bahwa motivasi pembelian adalah pertimbangan-pertimbangan dan pengaruh yang
mendorong orang untuk melakukan pembelian.
Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu. Beberapa kebutuhan
bersifat biogenis (kebutuhan muncul dari tekanan biologis, seperti lapar, haus, tidak
nyaman). Kebutuhan yang bersifat psikogenis (kebutuhan muncul dari tekanan
psikologis, seperti kebutuhan akan pengakuan, penghargaan, atau rasa keanggotaan
kelompok). Kebutuhan akan menjadi motif jika didorong hingga mencapai level
intensitas yang memadai (Kotler dan Keller, 2009). Kebanyakan orang tidak akan
sadar akan kekuatan psikologi sejati yang membentuk perilaku mereka. Orang yang
tumbuh dewasa dan mempunyai banyak kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan ini tidak
pernah hilang atau berada di bawah kendali yang sempurna, kebutuhan ini muncul
dalam impian, dalam pembicaraan, dan perilaku obsesif, atau pada akhirnya dalam
kegilaan (Kotler dan Amstrong, 2008). Schiffman dan Kanuk (2000) menyatakan
bahwa motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen.
Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of
tension) antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan.
Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan
memenuhi kebutuhan tersebut.
Setiadi (2003), menyatakan bahwa: motivasi yang dimiliki tiap konsumen sangat
berpengaruh terhadap keputusan yang akan diambil. Bila dilihat dari hal itu maka
motivasi yang dimiliki oleh konsumen secara garis besar dapat terbagi dua kelompok
besar, antara lain motivasi yang berdasarkan rasional dan motivasi yang berdasarkan
26
emosional. Motivasi yang berdasarkan rasional akan menentukan pilihan terhadap
suatu produk dengan memikirkan secara matang serta dipertimbangkan terlebih
dahulu untuk membeli produk tersebut. Kecenderungan yang akan dirasakan oleh
konsumen terhadap produk tersebut sangat puas. Sedangkan untuk motivasi yang
berdasarkan pada emosional, konsumen terkesan terburu-buru untuk membeli produk
tersebut dengan tidak mempertimbangkan kemungkinan yang akan terjadi untuk
jangka panjang. Kecenderungan yang akan terlihat, konsumen tidak akan merasa puas
terhadap produk yang telah dibeli karena produk tersebut hanya sesuai dengan
keinginan kita dalam jangka pendek saja.
Adapun teori motivasi menurut Maslow yang disebut dengan teori kebutuhan Maslow
Hierarchy. Hierarchy kebutuhan secara umum dapat dibagi menjadi physiological,
sebagai dasar kebutuhan manusia paling bawah, kemudian menyusul safety,
belonging, prestige, dan self-actualization.
1. Kebutuhan pertama, fisiologis (fisik) seperti rasa lapar, haus, seksual dan
kebutuhan fisik lainnya.
2. Kebutuhan kedua, rasa aman yaitu kebutuhan untuk memperoleh
perlindungan dari bahaya fisik dan emosional
3. Kebutuhan ketiga, sosial yaitu kebutuhan rasa kasih sayang, kepemilikan,
penerimaan dan persahabatan.
4. Kebutuhan keempat, penghargaan yaitu faktor-faktor penghargaan internal
seperti hormat diri, otonomi, dan pencapaian, serta faktor-faktor kebutuhan
eksternal seperti status, pengakuan dan perhatian.
5. Kelima, dan kebutuhan tertinggi adalah aktualisasi diri yaitu kebutuhan untuk
menjadi seseorang sesuai kecakapannya meliputi: pertumbuhan, pencapaian
potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri.
Teori Maslow ini menyatakan bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam hierarki, dari yang
paling mendesak sampai yang paling kurang mendesak. Berdasarkan urutan tingkat
kepentingannya, kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisik, kebutuhan
keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Orang akan berusaha memuaskan dulu kebutuhan mereka yang paling penting. Jika
seseorang berhasil memuaskan kebutuhan yang penting, kemudian dia akan berusaha
memuaskan kebutuhan yang terpenting berikutnya.
Motivasi akan menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
konsumen yang tercermin dalam consumer behaviornya. Secara umum, consumer
behavior dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal dan ekternal
saling mempengaruhi dan berinteraksi. Pada manusia, pengaruh dari faktor psikologis
yang melekat pada individu, seperti, motivasi, persepsi, pembelajaran, kepribadian
dan sikap, akan bereaksi terhadap masukan eksternal dana akan berpengaruh terhadap
pengenalan kebutuhan, pencaharian informasi sebelum membeli dan pengevaluasian
terhadap berbagai alternatif.
Motivasi adalah kebutuhan yang cukup mampu mendorong seseorang bertindak
(Kotler dan Keller, 2009). Motivasi muncul karena ada kebutuhan yang dirasakan
oleh konsumen. Motivasi terbentuk karena adanya rangsangan yang datang dari
dalam diri seseorang (kondisi fisiologis). Rangsangan terjadi karena adanya dorongan
diri antara apa yang dirasakan dengan apa yang seharusnya dirasakan. Dorongan
inilah yang mengakibatkan motivasi, sehingga konsumen merasakan adanya
pengenalan kebutuhan (Sumarwan 2003). Pengenalan kebutuhan akan menyebabkan
tekanan kepada konsumen, sehingga adanya dorongan pada dirinya untuk melakukan
tindakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar