Kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris personality, yang berasal dari
bahasa Latin persona yang berarti topeng yang digunakan oleh para aktor dalam
suatu permainan atau pertunjukan. Biasanya dalam kehidupan sehari-hari kata kepribadian digunakan untuk menggambarkan identitas diri seseorang, kesan umum
seseorang tentang diri anda atau orang lain, dan fungsi-fungsi kepribadian yang sehat
atau bermasalah. Atkinson (1983) berpendapat bahwa kepribadian merupakan segala
bentuk pola pikiran, emosi, dan perilaku yang berbeda dan merupakan karakteristik
yang menentukan gaya personal individu dan mempengaruhi interaksinya dengan
lingkungan. Schiffman dan Kanuk (2000) menyatakan bahwa kepribadian adalah
kepribadian berkaitan dengan adanya perbedaan karakteristik yang paling dalam
pada diri (inner psychological characteristics) manusia, perbedaan karakteristik
tersebut menggambarkan ciri unik dari masing-masing individu. Setiadi (2003)
menyatakan bahwa kepribadian adalah organisasi yang dinamis dari sistem psikofisis
individu yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungannya secara unik.
Mangkunegara (2005) menyatakan bahwa kepribadian dapat didefinisikan sebagai
suatu bentuk dari sifat-sifat yang ada pada diri individu yang sangat menentukan
perilakunya. Secara psikologis, kepribadian dewasa diartikan sebagai perilaku yang
terkontrol yang sesuai dengan tuntutan lingkungan sehingga reaksinya tidak
merugikan konsumen maupun dirinya sendiri.
Salah satu faktor penentu perilaku konsumen yaitu faktor pribadi, yang mencakup
usia dan siklus hidup, pekerjaan dan lingkungan ekonomi, kepribadian dan konsep
diri, juga gaya hidup dan nilai. Keputusan pembelian dipengaruhi oleh karakteristik
pribadi. Faktor pribadi meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup pembeli, pekerjaan
dan keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, serta gaya hidup dan nilai (Kotler
dan Keller, 2007).
1. Usia dan tahap siklus hidup, konsumsi juga dibentuk oleh siklus hidup
keluarga dan jumlah, usia, serta jenis kelamin orang dalam rumah tangga pada
satu waktu tertentu.
2. Pekerjaan dan keadaan ekonomi, pekerjaan juga mempengaruhi pola
konsumsi. Pekerja kerah biru akan membeli baju kerja, sepatu kerja, dan
kotak makanan. Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi
penghasilan yang dapat dibelanjakan, utang, kekuatan pinjaman, dan sikap
terhadap pengeluaran dan tabungan.
3. Kepribadian dan konsep diri, Kepribadian juga dapat menjadi variabel yang
berguna dalam menganalisis pilihan merek konsumen. Idenya bahwa merek
juga mempunyai kepribadian, dan konsumen mungkin memilih merek yang
kepribadiannya sesuai dengan mereka.
4. Gaya hidup dan nilai, adalah pola hidup seseorang di dunia yang tercermin
dalam kegiatan, minat dan pendapat. Gaya hidup memotret interaksi
seseorang secara utuh dengan lingkungannya.
Tiga hal yang paling penting dalam pembahasan tentang kepribadian adalah kepribadian
mencerminkan perbedaan setiap individu, kepribadian tetap dan abadi, kemudian yang
terakhir yaitu kepribadian dapat berubah (Schiffman et. al 2010).
Kepribadian seringkali
dikaitkan dengan konsep diri yang dianut oleh konsumen. Pemilihan konsumen terhadap
keputusan membelinya tidak hanya di pengaruhi oleh kepribadiannya saja, melainkan
juga konsep diri yang dianutnya. Jadi kepribadian seorang konsumen itu sifatnya unik
karena setiap konsumen memiliki kepribadian yang tidak sama persis. Mengetahui
atau mempelajari kepribadian konsumen saat ini sangat menarik bagi para produsen
atau pengecer untuk unggul dalam pangsa pasar.
Peneliti meyakini konsumen sesungguhnya tidak mengetahui secara pasti alasan
mereka membeli dan menggunakan suatu produk. Kepribadian atau perilaku yang
ditunjukkan merupakan perpanjangan dari kepribadian mereka sendiri. Dan
merupakan dorongan-dorongan pembelian yang bersifat impulse. Seorang pemasar
dalam suatu produk perlu memperhatikan kepribadian konsumen. Kepribadian kalau dalam bahasa sehari-hari adalah bahwa orang tersebut mempunyai watak yang
diperhatikannya secara lahir, konsisten, dan konsekuen dalam perilakunya sehingga
tampak bahwa individu tersebut memiliki identitas khusus yang berbeda dari
individu-individu lainnya oleh Hermawan (2010).
Tiga hal paling penting dalam pembahasan kepribadian adalah kepribadian
mencerminkan perbedaan setiap individu, kepribadian tetap dan abadi, kemudian
yang terakhir yaitu kepribadian dan konsep diri, juga gaya hidup dan nilai (Kotler dan
Keller, 2009). Tiga hal yang paling penting dalam pembahasan tentang kepribadian
adalah kepribadian mencerminkan perbedaan setiap individu, kepribadian tetap dan
abadi, kemudian yang terakhir yaitu kepribadian dapat berubah (Schiffman et. al
2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar