Terapi
farmakologi dilakukan apabila penatalaksanaan terapi non farmakologi belum
berhasil mengendalikan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus. Menurut
PERKENI (2006), terapi farmakologi bagi penderita diabetes mellitus dapat
diberikan dalam 2 macam, yaitu:
a.
Obat hipoglikemik oral (OHO)
Berdasarkan cara
kerjanya, OHO dibagi menjadi 4 golongan:
1)
Pemicu sekresi insulin
a)
Sulfonilurea
Obat
golongan ini mempunyai efek utama meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta
pancreas dan merupakan pilihan utama untuk pasien dengan berat badan normal dan
kurang, namun masih boleh diberikan kepada pasien dengan berat badan lebih.
Untuk menghindari hipoglikemia berkepanjangan pada berbagai keadaan seperti
orang tua, gangguan faal ginjal dan hati, kurang nutrisi serta penyakit
kardiovaskular, tidak dianjurkan penggunaan sulfonilurea kerja panjang.
b)
Glinid
Glinid
merupakan obat yang cara kerjanya dengan penekanan pada meningkatkan sekresi
insulin fase pertama. Golongan ini terdiri dari 2 macam obat yaitu: repaglinid
(derivat asam benzoat) dan nateglinid (derivat fenilalanin). Obat ini
diabsorpsi dengan cepat setelah pemberian secara oral dan diekskresikan secara
cepat melalui hati.
2)
Penambah sensitivitas terhadap insulin
Tiazolidindion
Golongan tiazolidindion
mempunyai efek menurunkan resistensi insulin dengan meningkatkan jumlah protein
pengangkut glukosa, sehingga meningkatkan ambilan glukosa di perifer. Pada
pasien yang menggunakan golongan obat ini perlu dilakukan pemantauan faal hati
secara berkala.
3)
Penghambat glukoneogenesis
Metformin
Obat
ini mempunyai efek utama mengurangi produksi glukosa hati (glukoneogenesis), di
samping juga memperbaiki ambilan glukosa perifer. Metformin dikontraindikasikan
pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal (serum kreatinin> 1,5 mg/dL) dan
hati, serta pasien-pasien dengan kecenderungan hipoksemia.
4)
Penghambat glukosidase alfa (Acarbose)
Obat
ini bekerja dengan mengurangi absorpsi glukosa di usus halus, sehingga mempunyai
efek menurunkan kadar glukosa darah sesudah makan.
b.
Insulin
Berdasarkan
lama kerja, insulin terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:
1)
Insulin kerja cepat (rapid acting insulin)
2)
Insulin kerja pendek (short acting insulin)
3)
Insulin kerja menengah (intermediate acting insulin)
4)
Insulin kerja panjang (long acting insulin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar