Beberapa faktor yang diketahui dapat mempengaruhi DM
tipe II (Smeltzer & Bare, 2002)
antara lain kelainan genetik, usia, gaya hidup stress, dan pola makan yang salah.
Secara genetis diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap
diabetes, karena gen yang mengakibatkan tubuh tak dapat menghasilkan insulin
dengan baik. Berkaitan dengan usia umumnya penderita DM tipe II mengalami
perubahan fisiologi yang secara drastis, DM tipe II sering muncul setelah usia
30 tahun ke atas dan pada mereka yang berat badannya berlebihan sehingga
tubuhnya tidak peka terhadap insulin.
Gaya hidup stress cenderung membuat seseorang makan
makanan yang manis-manis untuk meningkatkan kadar lemak seretonin otak.
Seretonin ini mempunyai efek penenang sementara untuk meredakan stresnya.
Tetapi gula dan lemak berbahaya bagj mereka yang beresiko mengidap penyakit DM
tipe II. Hal ini bisa diperparah oleh pola makan yang salah, karena pada
penderita DM tipe II terjadi obesitas (gemuk berlebihan) yang dapat
mengakibatkan gangguan kerja insulin (resistensi insulin).Obesitas bukan karena
makanan yang manis atau kaya lemak, tetapi lebih disebabkan jumlah konsumsi
yang terlalu banyak, sehingga cadangan
gula darah yang disimpan didalam tubuh sangat berlebihan. Sekitar 80% pasien DM tipe II adalah mereka
yang tergolong gemuk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar