Menurut Gaol (2008), Sistem Informasi
Manajemen adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan pengolahan
transaksi yang sangat berguna untuk kepentingan organisasi, juga banyak
memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dalam
pengambilan keputusan.
Menurut
Kumorotomo W (2004), Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem/mesin yang
terpadu (integral) untuk mengumpulkan,memproses, menyimpan, menyajikan dan
mendistribusikan informasi guna mendukung fungsi operasi, pengawasan, manajemen
dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem informasi manajemen
(SIM) digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida, lapisan dasarnya merupakan
informasi untuk pengolahan transaksi, lapisan berikutnya terdiri dari
sumber-sumber dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari, lapisan ketiga
terdiri sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan
pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen dan lapisan puncak terdiri
dari sumber informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh
tingkat manajemen puncak.
Menurut Whitten,et
al. (2001), Salah satu metodologinya adalah FAST (Framework of the Application of System Technique).
Tahap-tahap pengembangan sistem yaitu sebagai
berikut :
1). Studi pendahuluan (preliminary investigation)
Pada tahap ini bertujuan untuk :
a. Mengetahui masalah, peluang dan tujuan pengguna.
b. Mengetahui ruang lingkup yang akan dikerjakan.
c. Mengetahui kelayakan perencanaan proyek.
2). Analisis masalah (problem analisis)
Tujuan tahap ini adalah :
a.
Mempelajari dan menganalisis sistem yang sedang berjalan dengan menggunakan PIECES.
b. Mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya.
3). Analisis kebutuhan (requitment analysis)
Tahap ini bertujuan untuk :
a.
Mengidentifikasi kebutuhan pengguna (data, proses, dan interface).
b. Menganalisa kebutuhan sistem.
4). Analisis keputusan (decision analysis)
Tujuan pada tahap ini adalah :
a. Mengidentifikasi alternatif sistem.
b. Menganalisis kelayakan alternatif sistem.
c. Pemilihan alternatif sistem.
5). Perancangan (design)
Tujuan pada tahap ini
adalah : merancang sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang
dihadapi, yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik, dengan
kegiatan:
a. Perancangan keluaran (output)
Bertujuan memberikan
bentuk-bentuk laporan sistem dan dokumennya.
b. Perancangan masukan (input)
Bertujuan memberikan
bentuk-bentuk masukan di dokumen dan di layar ke sistem informasi.
c. Perancangan interface
Bertujuan memberikan
bentuk-bentuk interface yang dibutuhkan dalam sistem informasi.
6). Membangun sistem baru (construction)
Tujuan pada tahap ini adalah :
a.
Membangun dan menguji sistem sesuai kebutuhan dan spesifikasi rancangan.
b.
Mengimplementasikan interface antara sistem baru dan sistem yang ada.
7). Penerapan
(implementation)
Tahap ini bertujuan
untuk menerapkan sistem yang baru termasuk dokumen dan pelatihan.
8).
Evaluasi sistem
Pengembangan suatu
sistem bisa dilakukan dari nol (sama sekali sistem/aplikasi belum ada) atau
bisa juga dilakukan pengembangan dari suatu sistem yang ada untuk perbaikan
atau penyempurnaan. Dalam proses pengembangan, apabila sistem pernah ada (tidak
dari nol), maka kita harus melakukan evaluasi terdahulu pada sistem yang pernah
ada dan kemudian setelah sistem tersebut dikembangkan maka dilakukan lagi
evaluasi akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar