Minggu, 26 April 2020

Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (skripsi dan tesis)

Menurut Wibowo (2007:67) kinerja dapat dipandang sebagai berikut :
 “Proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu juga merupakan kinerja.”
Kinerja mengandung pengertian gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam periode tertentu. Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Secara umum istilah kinerja juga digunakan untuk sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi pada suatu periode dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau diproyeksikan, gambaran apakah suatu kinerja sistem yang ada sudah sesuai dengan yang dibutuhkan serta sesuai dengan tujuan. Selain itu kinerja bertujuan untuk evaluasi yang menekankan pada perbandingan untuk pengembangan yang menekankan perubahan-perubahan pada periode tertentu, pemeliharaan sistem, serta untuk dokumentasi keputusan-keputusan bila terjadi peningkatan.
Untuk menilai kinerja sistem informasi akuntansi dapat dinilai dari PIECES yaitu kerangka yang dikemukakan oleh James Wetherbe dalam Azhar Susanto (2008:322). PIECES dapat digunakan sebagai dasar analisis tingkat kepentingan suatu masalah atau efektivitas suatu solusi, yang terdiri dari beberapa kerangka kerja, yaitu:
1.      Performance
2.      Information
3.      Economy
4.      Control
5.      Efficiency
6.      Service
Persoalan kinerja sistem informasi akuntansi tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. Kinerja (performance)
·      Throughput, banyaknya pekerjaan yang dapat dihasilkan dalam satu waktu terntentu
·      Response Time, rata-rata waktu antara transaksi atau permintaan dan respon yang dihasilkan
2. Informasi (information)
     a. Output
·      Kekurangan informasi
·      Kekurangan informasi yang dibutuhkan
·      Kekurangan informasi yang relevan
·      Terlalu banyak informasi
·      Informasi yang tidak dalam format yang dapat digunakan
·      Informasi yang tidak akurat
·      Informasi yang sulit dihasilkan
·      Informasi yang tidak tersedia pada waktunya penggunaan selanjutnya
b. Input
·    Data tidak terambil
·    Data tidak terambil pada waktunya sehinggan menjadi tidak berguna
·    Data tidak terambil secara akurat
·    Data sulit diambil
·    Data terambil secara berulang-ulang
·    Terlalu banyak data yang terambil
·    Data yang tidak sah terambil
a.    Penyimpanan Data
·      Data tersimpan berlebihan dibeberapa file atau database
·      Data tersimpan secara tidak akurat
·      Penyimpanan data tidak aman
·      Penyimpanan data tidak terorganisasi
·      Data tidak fleksibel
·      Data tidak dapat diakses dari penyimpanan.
3. Ekonomis (economy)
Masalah biaya yang biasanya dikaitkan dengan masalah ekonomi. Salah satunya yang menjadi kendala adalah adanya kelemahan dalam pemborosan waktu dan alat sehingga terjadi pembengkakan operasional tidak dapat dihindari.
4. Control atau pengendalian (control)
Menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat ditingkatkan sehingga kualitas pengendalian menjadi semakin baik, dan kemampuannya untuk mendeteksi kesalahan/ kecurangan menjadi semakin baik pula
5. Efisiensi (eficiency)
Menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat diperbaiki, sehingga tercapai peningkatan efisiensi operasi.
6. Pelayanan (service)
Menilai apakah prosedur yang ada saat ini masih dapat diperbaiki kemampuannya untuk mencapai peningkatan kualitas layanan.

Kehadiran sistem informasi telah memberikan begitu banyak pengaruh terhadap sebuah organisasi, bukan hanya organisasi secara luas namun pengaruh tersebut masuk hingga proses bisnis dan transaksi yang dilakukan oleh organisasi. Penentu kepuasan dari pengguna adalah mutu dari sistem dan informasi serta ketergunaan sistem tersebut didasarkan pada kebutuhan dan harapan pengguna.
Apabila harapan dan kebutuhan dari pengguna sudah dipenuhi serta mutu informasi dan sistem yang disediakan bernilai baik pada akhirnya akan mendukung kesuksesan dari suatu sistem informasi. Kesuksesan suatu sistem informasi akan berdampak kepada organiasi, dimana beberapa faktor penentunya adalah mutu sistem dan mutu informasi.

Tidak ada komentar: