Jumat, 24 April 2020

Manifestasi klinis TB pada HIV/AIDS (skripsi dan tesis)


Manifestasi klinis TB pada HIV/AIDS
menyerupai akibat infeksi lain, berupa
demam berkepanjangan (100%), penurunan
berat badan dramatis (74%), batuk (37%),
diare kronis (28%), meningitis (12%), sesak
nafas (5%), Hematochezia (3,5%), Obstruksi
saluran cerna (2,6%). Menurut WHO
manifestasi koinfeksi dapat ditinjau dari
keluhannya berupa infeksi menular seksual,
herpes zoster (sering disertai jaringan parut),
pneumonia (baru atau rekuren), infeksi
bakteri berat, baru masuk program terapi OAT, penurunan berat badan > 10% dari
berat badan basal, diare kronis > 1 bulan,
nyeri retrospinal saat menelan (curiga
kandidiasis esophageal), kaki terasa panas
akibat neuropati perifer sensorik. Sedangkan
gejala yang timbul berupa jaringan parut
akibat herpes zoster, rash kulit popular dan
gatal, sarkoma kaposi, limpadenopati
generalisata simetris, kandidiasis oris,
kheilitis angularis, gingivitis necrotizing,
ulserasi aphthous besar, ulserasi genital
dengan nyeri persisten.
Radiologis : Hasil pemeriksaan radiologi
paru sangat tergantung pada luas dan
beratnya kerusakan serta penyulitnya.
Laboratoris : Pada infeksi dini (CD4 >
200/mm3), sputum mikroskopis sering
positif dibandingkan pada infeksi lanjut
(CD4 < 200/mm3) yang sering negative,
keadaan mikrobakteremia dijumpai pada
infeksi lanjut.

Tidak ada komentar: