DM tipe II bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi
menahun DM merajalela ke mana-mana bagian tubuh. Selain rambut rontok, telinga
berdenging atau tuli, sering berganti kacamata (dalam setahun beberapa kali
ganti), katarak pada usia dini, dan terserang glaucoma (tekanan bola mata
meninggi, dan bisa berakhir dengan kebutaan), kebutaan akibat retinopathy,
melumpuhnya saraf mata terjadi setelah 10-15 tahun. Terjadi serangan jantung
koroner, payah ginjal neuphropathy, saraf-saraf lumpuh, atau muncul gangrene pada
tungkai dan kaki, serta serangan stroke.
Pasien DM tipe II mempunyai risiko terjadinya
penyakit jantung koroner dan penyakit pembuluh darah otak 2 kali lebih besar,
kematian akibat penyakit jantung 16,5% dan kejadian komplikasi ini terus
meningkat. Kualitas pembuluh darah yang tidak baik ini pada penderita diabetes
mellitus diakibatkan 20 faktor diantaranya stress, stress dapat merangsang
hipotalamus dan hipofisis untuk peningkatan sekresi hormonhormon kontra insulin
seperti ketokelamin, ACTH, GH, kortisol,dan lainlain. Akibatnya hal ini akan
mempercepat terjadinya komplikasi yang buruk bagi penderita diabetes mellitus
(Nadesul, 2002).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar