Kematian merupakan fakta biologis, akan tetapi kematian juga memiliki
dimensi sosial dan psikologis. Secara biologis kematian merupakan berhentinya
proses aktivitas dalam tubuh biologis seorang individu yang ditandai dengan
hilangnya fungsi otak, berhentinya detak jantung, berhentinya tekanan aliran darah
dan berhentinya proses pernafasan.
Dimensi sosial dari kematian berkaitan dengan perilaku dan perawatan
sebelum kematian, tempat letak di mana proses sebelum dan sesudah bagi kematian si
mati. Penawaran dan proses untuk memperlambat atau mempercepat kematian, tata
aturan di seputar kematian, upacara ritual dan adat istiadat setelah kematian serta
pengalihan kekayaan dan pengalihan peran sosial yang pernah menjadi tanggung
jawab si mati (Hartini, 2007).
Ismail (2009) mengatakan bahwa secara medis kematian dapat dideteksi yaitu
ditandai dengan berhentinya detak jantung seseorang. Namun pengetahuan tentang
kematian sampai abad moderen ini masih sangat terbatas. Tidak ada seorangpun yang
tahu kapan dia akan mati. Karena itu tidak sedikit pula yang merasa gelisah dan stress
akibat sesuatu hal yang misterius ini. Dimensi psikologis dari kematian menekankan
pada dinamika psikologi individu yang akan mati maupun orang- orang di sekitar si
mati baik sebelum dan sesudah kematian (Hartini,2007).
Sihab (2008) mengatakan bahwa kematian pemutusan segala kelezatan
duniawi, dia adalah pemisah antara manusia dan pengaruh kenyamanan hidup orang- orang yang lalai. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al- Qur’an “Dimana saja
kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng
yang tinggi dan kokoh” (Annisa:4:78). Maut juga disebut sebagai pengancam hidup
bagi manusia, sehingga kebanyakan dari individu takut akan kematian itu sendiri.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kematian terjadi ketika
berhentinya proses aktivitas dalam tubuh biologis seorang individu yang ditandai
dengan hilangnya fungsi otak, berhentinya detak jantung, berhentinya tekanan aliran
darah dan berhentinya proses pernafasan serta terhentinya hubungan manusia dengan
alam dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar