Ruang lingkup manajemen produksi dan operasi menurut K. M Starr (dalam
Manahan P. Tampubolon 2014:7) yaitu mencakup perancangan atau penyiapan
sistem produksi dan operasi, serta pengoperasian dari sistem produksi dan operasi.
Pembahasan dalam perancangan atau desain dari sistem produksi dan operasi
meliputi:
1. Seleksi dan rancangan atau desain hasil produksi (produk)
Kegiatan produksi dan operasi harus dapat menghasilkan produk, berupa
barang atau jasa, secara efektif dan efisien, serta dengan mutu atau kualitas
yang baik. Oleh karena itu setiap kegiatan produksi dan operasi harus dimulai
dari penyeleksian dan perancangan produk yang akan dihasilkan. Kegiatan
ini harus diawali dengan kegiatan-kegiatan penelitian atau riset, serta usahausaha pengembangan produk yang sudah ada. Dengan hasil riset dan
pengembangan produk ini, maka diseleksi dengan diputuskan produk apa yang akan dihasilkan dan bagaimana desain dari produk itu, yang
menggambarkan pada spesifikasi dari produk tersebut. Untuk penyeleksian
dan perancangan produk, perlu diterapkan konsep-konsep standarisasi,
simplifikasi dan spesialisasi. Akhirnya dalam pembahasan ini perlu dikaji
hubungan timbal balik yang erat antara seleksi produk dan rancangan produk
dengan kapasitas produk dan operasi.
2. Seleksi dan perancangan proses dan peralatan.
Setelah produk didesain, maka kegiatan yang harus dilakukan untuk
merealisasikan usaha untuk menghasilkan usahanya adalah menentukan jenis
proses yang akan dipergunakan serta peralatannya. Dalam hal ini kegiatan
harus dimulai dari penyeleksian dan pemilihan akan jenis proses yang akan
dipergunakan, yang tidak terlepas dari produk yang akan dihasilkan. Kegiatan
selanjutnya adalah menentukan teknologi dan peralatan yang akan dipilih
dalam pelaksanaan kegiatan produksi tersebut. Penyeleksian dan penentuan
peralatan dipilih, tidak hanya mencakup mesin dan peralatan tetapi juga
mencakup bangunan dan lingkungan kerja.
3. Pemilihan lokasi dan site perusahaan dan unit produksi.
Kelancaran produksi dan operasi perusahaan sangat dipengaruhi oleh
kelancaran mendapatkan sumber-sumber bahan dan masukan (input), serta
ditentukan pula oleh kelancaran dan biaya penyampaian atau suplai produk
yang dihasilkan berupa barang jadi atau jasa ke pasar. Oleh karena itu untuk
menjamin kelancaran, maka sangat penting peranan dari pemilihan lokasi dan
site tersebut, perlu diperhatikan faktor jarak, kelancaran dan biaya pengangkutan dari sumber-sumber bahan dan masukan (input), serta biaya
pengangkutan dari barang jadi ke pasar.
4. Rancang tata letak (lay-out) dan arus kerja atau proses.
Kelancaran dalam proses produksi dan operasi ditentukan pula oleh salah
satu faktor yang terpenting didalam perusahaan atau unut produksi, yaitu
rancangan tata letak (lay-out) dan arus kerja atau proses. Rancangan tata letak
harus mempertimbangkan beberapa faktor, kerja optimalisasi dari waktu
pergerakan dalam proses, kemungkinan kerusakan yang terjadi karena
pergerakan dalam proses akan meminimalisasi biaya yang timbul dari
pergerakan dalam proses atau material handling.
5. Rancangan tugas pekerja.
Rancangan tugas pekerjaan merupakan bagian yang intergal dari rancangan
sistem. Dalam melaksanakan fungsi produksi dari operasi, maka organisasi
kerja harus disusun, karena organisasi kerja sebagai dasar pelaksanaan tugas
pekerjaan, merupakan alat atau wadah kegiatan yang hendaknya dapat
membantu pencapaian tujuan perusahaan atau unit produksi dan operasi
tersebut. Rancangan tugas pekerjaan harus merupakan salah satu kesatuan
dari human engineering, untuk menghasilkan rancangan kerja yang optimal.
Disamping itu dalam penyusunan rancangan tugas pekerjaan yang harus pula
memperhatikan kelengkapan tugas yang terkait dengan variabel tugas dalam
stuktur teknologi, dan mutu atau kualitas suasana kerja yang ditentukan oleh
variabel manusia.
6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas.
Sebenarnya rancangan sistem produksi dan operasi harus disusun dengan
landasan strategi produksi dan operasi yang disiapkan terlebih dahulu. Dalam
strategi produksi dan operasi harus terdapat pernyataan tentang maksud dan
tujuan dari produksi dan operasi, serta misi kebijakan-kebijakan dasar atau
kunci untuk lima bidang, yaitu proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja,
dan mutu atau kualitas. Semua hal tersebut merupakan landasan bagi
penyususnan starategi produksi dan operasi, maka ditentukanlah pemilihan
kapasitas yang akan dijalankan dalam bidang produksi dan operasi.
Ruang lingkup manajemen operasi disini menjelaskan bahwa sebelum
perusahaan ingin menghasilkan produk dengan mutu yang baik, harus melalui
tahapan penelitian dan riset tentang bagaimana perancangan dan penyeleksian dari
produk yang ingin dihasilkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar