Menurut Behrman dan Deolalikar (1989), serta Strauss and Thomos
(1995), rumah tangga merupakan fungsi pengguna yang menentukan dalam
hal kesehatan dan status gizi masing-masing anggota keluarga. Teori lain
yang ada saat ini menyatakan status gizi yang baik untuk usia pra sekolah
bergantung pada keamanan rumah tangga, lingkungan yang cukup sehat dan
perawatan kelahiran dan jumlah anak (ACC/SCN , 1992). Sekalipun
demikian, status gizi tersebut tidak hanya hasil dari keiga faktor tersebut,
tetapi juga interaksi antara ketiganya (Blau et al, 1996; Haddad et al, 1996;
Smit and Haddad, 1999; ACC/ SCN/ IFPRI, 2000).
Lingkungan dapat dikatakan sebagai suatu benda maupun suasana
yang terbentuk akibat dari interaksi yang ada dialam tersebut. Lingkungan
memiliki cakrawala yang sangat luas, sehingga untuk memudahkan
pemahaman tentang lingkungan, seringkali diklasifikasikan sesuai
kebutuhan.
Lingkungan air, udara dan tanah merupakan lingkungan yang sangat
dibutuhkan oleh manusia.Lingkungan biologis yang terdiri dari flora dan
fauna juga merupakan lingkungan yang diperlukan manusia, meski memiliki efek positif dan negative untuk kesehatan manusia. Jika manusia tidak
mampu memelihara lingkungan tersebut, maka akan dapat menimbulkan
masalah kesehtan yang dapat bersifat langsung maupun tak langsung.
Pengaruh langsung oleh karena lingkungan banyak mengandung bakteri
atau kandungan lain yang tak sesuai dengan standar bagi kesehatan manusia.
Sedangkan pengaruh tidak langsung dapat muncul sebagai dampak
pendayagunaan, misalnya air industri yang menimbulkan pencemaran
sehingga dapat mengganggu kesehatan.
Penyakit dapat disebabkan oleh berbagai unsur fisis maupun biologis.
Namun, sebagian besar penyakit dapat timbul dari perilaku dan adat
kebiasaan yang menyimpang dari standar sehat. Hal tersebut dikarenakan
ketidak tahuan atau ketidak pedulian masyarakat terhadap kesehatan, dan
hasil akhirnya adalah pencemaran lingkungan, kesehatan yang terganggu
sehingga muncul gangguan status gizi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar