Penyakit infeksi dapat dikatakan sebagai proses alamiah karena akibat
dari masalah gizi yang diakibatkan interaksi bakteri dengan lingkungan.
Ketidakseimbangan faktor ini akan merubah proses metabolisme sehingga
muncul penyakit. Tingkat kesakitan yang dimulai dari ringan sampai berat
dapat menimbulkan sakit kronis, cacat bahkan kematian (Supariasa, 2002).
20
Penurunan nafsu makan dan adanya gangguan penyerapan dalam
sauran pencernaan bisa diakibatkan karena adanya penyakit.Usia balita
rentan terhadap penyakit infeksi dikarenakan penyempurnaan jaringan tubuh
yang masih mengalami proses untuk membentuk pertahanan tubuh. Pada
umumnya penyakit yang menyerang bayi maupun balita bersifat akut yaitu
dapat terjadi secara mendadak dan timbulnya gejala sangat cepat.Status gizi
dengan penyakit infeksi dikatakan hubungan sebab akibat, karena penyakit
infeksi dapat memperburuk keadaan gizi begitupun sebaliknya (Supariasa,
2002).
Kesehatan lingkungan sebagai suatu hal yang sangat perlu
diperhatikan, karena faktor lingkungan ini dapat berpengaruh terhadap
timbulnya suatu penyakit. Penyakit infeksi misalnya diare atau ISPA akan
dapat menyebabkan perubahan status gizi pada balita. Adapun ruang
lingkup kesehatan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian puskesmas
sebagai salah satu program nya adalah kondisi rumah, pembuangan kotoran,
penyediaan air bersih, pembuangan air limbah dan sanitasi tempat
pengolahan makan (Depkes RI, 2010).
Hasil penelitian Lestari (2015) yang dilakukan di Kendari dengan
lokasi penelitian dipesisir pantai, menunjukkan bahwa gizi balita
berhubungan dnegan penyakit infeksi. Sebagian besar balita yang menderita
21
penyakit infeksi akan mengalami malnutrisi karena kebutuhan nutrisi yang
tidak seimbang dalam tubuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar