Metode pengukuran konsumsi makanan digunakan untuk mendapatkan data
konsumsi makanan tingkat individu. Ada beberapa metode pengukuran konsumsi
makanan, yaitu sebagai berikut :
1. Recall 24 jam (24 Hour Recall)
Metode ini dilakukan dengan mencatat jenis dan jumlah makanan
serta minuman yang telah dikonsumsi dalam 24 jam yang lalu. Recall
dilakukan pada saat wawancara dilakukan dan mundur ke belakang sampai
24 jam penuh. Wawancara menggunakan formulir recall harus dilakukan
oleh petugas yang telah terlatih. Data yang didapatkan dari hasil recall lebih
bersifat kualitatif. Untuk mendapatkan data kuantitatif maka perlu ditanyakanenggunaan URT (Ukuran Rumah Tangga). Sebaiknya recall dilakukan
minimal dua kali dengan tidak berturut-turut. Recall yang dilakukan sebanyak
satu kali kurang dapat menggambarkan kebiasaan makan seseorang
(Supariasa, 2001).
Metode recall sangat tergantung dengan daya ingat individu, sehingga
sebaiknya responden memiliki ingatan yang baik agar dapat menggambarkan
konsumsi yang sebenarnya tanpa ada satu jenis makanan yang terlupakan.
Recall tidak cocok bila dilakukan pada responden yang di bawah 7 tahun dan
di atas 70 tahun. Recall dapat menimbulkan the flat slope syndrome, yaitu
kecenderungan responden untuk melaporkan konsumsinya. Responden kurus
akan melaporkan konsumsinya lebih banyak dan responden gemuk akan
melaporkan konsumsi lebih sedikit, sehingga kurang menggambarkan asupan
energi, protein, karbohidrat, dan lemak yang sebenarnya (Supariasa, 2001).
2. Food Record
Food record merupakan catatan responden mengenai jenis dan jumlah
makanan dan minuman dalam satu periode waktu, biasanya 1 sampai 7 hari
dan dapat dikuantifikasikan dengan estimasi menggunakan ukuran rumah
tangga (estimated food record) atau menimbang (weighed food record)
(Hartriyanti dan Triyanti, 2007).
3. Food Frequency Questionnaire (FFQ)
FFQ merupakan metode pengukuran konsumsi makanan dengan
menggunakan kuesioner untuk memperoleh data mengenai frekuensiseseorang dalam mengonsumi makanan dan minuman. Frekuensi konsumsi
dapat dilakukan selama periode tertentu, misalnya harian, mingguan, bulanan
maupun tahunan. Kuesioner terdiri dari daftar jenis makanan dan minuman
(Supariasa, 2001).
4. Penimbangan makanan (Food Weighing)
Metode penimbangan makanan dilakukan dengan cara menimbang
makanan disertai dengan mencatat seluruh makanan dan minuman yang
dikonsumsi responden selama satu hari. Persiapan pembuatan makanan,
penjelasan mengenai bahan-bahan yang digunakan dan merk makanan (jika
ada) sebaiknya harus diketahui (Gibson, 2005).
5. Metode Riwayat Makan
Metode riwayat makan dilakukan untuk menghitung asupan makanan
yang selalu dimakan dan pola makan seseorang dalam waktu yang relatif
lama, misalnya satu minggu, satu bulan, maupun satu tahun. Metode ini
terdiri dari 3 komponen, yaitu wawancara recall 24 jam, memeriksa
kebenaran recall 24 jam dengan menggunakan kuesioner berdasarkan
frekuensi konsumsi sejumlah makanan, dan konsumsi makanan selama tiga
hari, termasuk porsi makanan (Gibson, 2005)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar