Pengertian media memiliki kecenderungan bahwa ketika kita
mengatakan media akan muncul serta bersamaan dengan sarana disertai
dengan teknologinya. Seperti koran dengan representasi dari media cetak,
radio representasi dari media audio (siar), televisi sebagai media audiovisual merupakan reperesentasi dari media elektronik, dan internet sebagai
representasi dari media online atau juga sering kita kenal dengan new
media.
Media menciptakan dan mempengaruhi hubungan dan bentuk
kegiatan manusia. Pengaruh media telah berkembang dari individu menjadi
masyarakat. “Marshall Mc Luhan (1964) dalam bukunya Understanding
Media mengemukakan bahwa teknologi komunikasi memainkan peran
penting dalam tatanan sosial dan budaya baru membawa perubahan dari
media cetak ke media elektronik ” (Tamburaka, 2013: 71).
Perubahan
media cetak ke media elektronik atau media digital ini juga diikuti dengan berkembangnya hadirnya media baru seperti internet yang memberikan
kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dengan cepat dan
mudah. Keberadaan media baru yang berbentuk digital ini secara tak
langsung mulai mengubah pola berpikir, budaya dan beberapa aspek dalam
kehidupan masyarakat. Sebagai contoh bahwa perkembangan teknologi
komunikasi dengan kehadiran media baru (digital) ini telah merubah pola
berpikir masyarakat adalah, jika sekitar sepuluh tahun yang lalu penggunaan
internet dikalangan masyarakat masih dikenal langka, tetapi sekarang ini
tidak bisa kita pungkiri bahwa internet dengan berbagai keunggulannya
telah mewarnai kehidupan kita seahari-hari dan kita juga menjadi
ketergantungan untuk menggunakan internet dalam aktivitas kita. Selain itu
sekarang ini kita bisa melihat bahwa orang yang tidak dapat mengakses atau
menggunakan internet akan dianggap ketinggalan sekalipun orang tersebut
tidak termasuk di dalam kategori anak muda.
Media baru (new media) adalah bukti nyata dari perkembangan
teknologi komunikasi yang bisa langsung kita rasakan. Media baru
merupakan perkembangan dari teknologi media yang sudah ada
sebelumnya. Salah satu bentuk new media yang sekarang ini dapat dengan
mudah kita temui dan tidak lepas dari kehidupan kita adalah internet.
“
Menurut Internet Society (ISOC), internet didefinisikan sebagai
kemampuan menyampaikan informasi global yang cepat, mekanisme
penyebaran informasi dan media kolaborasi dan interaksi antara individu
dan komputer mereka tanpa melihat lokasi secara geografis” (Purwanto,
2011 : 428).
Karakter internet yang berbentuk digital memudahkan khalayak untuk
saling bertukar informasi dan berbagai kegiatan lainnya. Media tradisonal
seperti televisi, radio, surat kabar cetak dan majalah tidak lagi menjadi
media utama yang diakses oleh masyarakat, karena kebutuhan untuk
menjalin hubungan sosial menjadi alasan penggunaan internet sebagai
media selain mengakses informasi seputar dunia. Kondisi inilah yang tidak
didapatkan masyarakat ketika menggunakan media tradisional.
Internet merupakan sebuah media dengan segala karakteristiknya.
Internet memiliki teknologi, cara penggunaan, lingkup layanan, isi dan
image sendiri. Internet tidak dimiliki, dikendalikan atau dikelola oleh
sebuah badan tunggal tetapi merupakan sebuah jaringan komputer yang
terhubung secara intensional dan beroperasi berdasarkan protokol yang
disepakati bersama. Sejumlah organisasi khususnya provider dan badan
telekomunikasi berperan dalam operasi internet (McQuail, 2009: 28-29).
Dennis Mc.Quail memberikan lima konsep pembeda antara media
baru dan media lama, antara lain :
1. Derajat interaksitivitas, dimana interaksi dalam new media lebih
fleksibel dan lebih tinggi dibanding media konvensional.
2. Derajat social presence (keberadaan sosial) dimana media massa
bersifat lebih personal, mengurangi ambiguitas. Media baru
memungkinkan audience untuk bisa berhubungan secara personal
dengan media melalui kontak langsung.
3. Derajat otonomi, dimana pengguna media memiliki kemampuan
untuk mengontrol isi dan penggunaan medianya sendiri dan
menjadi sumber independen. Penggunaan new media bisa memiliki
media sendiri dan diolah sendiri.
4. Derajat playfullness, kemampuan media menyediakan hiburan bagi
user
5. Derajat privasi, yang berhubungan dengan tepi isi yang dimiliki
para pengguna media. Mereka bebas menampilkan apa pun di
media baru (internet) sehingga menghasilkan media yang unik
(berbeda) dan personal. (Mc.Quail: 2009, 157)
Selain menjelaskan menganai konsep pembeda antara media baru dan
media lama, Mc. Quail juga menunjukkan perbedaan antara media lama dan
media baru, yaitu :
1. Media lama konsepnya satu objek berbicara pada banyak orang,
sementara media baru bersifat decentralized, yang artinya semua
memiliki kesempatan berbicara kepada siapa pun. Media lama adalah one way communication, sementara media baru
two ways communication yang memungkinkan adanya feedback
dari audience.
3. Media lama dibawah kontrol negara, sementara media baru diluar
kontrol negara, bahkan bisa dinikmati oleh siapa pun yang ada di
dunia tanpa batasan negara.
4. Media lama memproduksi lapisan sosial sementara media baru
adalah memproduksi konsep demokratisasi.
5. Media lama memfragmentasikan audience sementara media baru
meletakan audience pada posisi yang sama.
6. Media lama membentuk kebingungan sosial sedangkan media baru
berorientasi pada individu.
Tetapi penggunaan media baru khususnya internet ini juga masih
harus diperhatikan, karena dapat menimbulkan efek negatif. Untuk itu
perkembangan internet sebagai new media juga harus diikuti dengan
kebijakan dan pertanggung jawaban khalayak pengguna. Jika ada sisi
negatif maka akan ada pula sisi positif yang diperoleh dari penggunaan new
media ini, seperti media baru atau new media ini dapat merubah pola pikir
masyarakat, pola kehidupan dan juga budaya masyarakat. Seperti pada
pemenuhan kebutuhan informasi melalui internet yang kini banyak diakses
oleh khalayak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar