Perusahaan besar cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam
menghasilkan laba dibandingkan dengan perusahaan kecil, sehingga perusahaan
besar akan lebih mudah mendapatkan pinjaman dana dari pihak eksternal. Selain itu
perusahaan besar juga memiliki jumlah aset yang besar untuk menjamin para
kreditur dalam memberikan pinjaman. Perusahaan besar yang telah terdiversifikasi,
lebih mudah untuk memasuki pasar modal, menerima penilaian kredit yang lebih
tinggi dari bank komersial untuk utang-utang yang diterbitkan dan membayar tingkat
bunga yang lebih rendah pada utangnya. Salah satu alasannya adalah perusahaan
lebih mudah menerima pinjaman karena nilai aktiva yang dijadikan jaminan lebih
besar serta tingkat kepercayaan bank juga lebih tinggi (Soesetio, 2017).
Penelitian dengan variabel ukuran perusahaan terhadap kebijakan utang
sudah pernah dilakukan sebelumnya. Variabel ukuran perusahaan diukur
menggunakan total aset perusahaan. Penelitian yang dilakukan Surya dan
Rahayuningsih (2012) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh dan
berhubungan positif terhadap kebijakan utang perusahaan. Hal ini menunjukkan
bahwa semakin besar perusahaan maka penggunaan utang juga akan semakin
meningkat. Hal ini karena semakin besar perusahaan maka akses ke pasar modal
akan semakin mudah serta didukung kemudahan kreditur dalam mengakses data internal perusahaan. Sedangkan penelitian yang dilakukan (Steven & Lina, 2011 dan
Nuraina, 2012) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap
kebijakan utang perusahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar