Tingkat pertumbuhan yang semakin cepat mengidentifikasikan bahwa perusahaan
sedang mengadakan ekspansi. Hal ini menyebabkan timbulnya kebutuhan dana
yang besar. Untuk itu, perusahaan menggunakan berbagai cara untuk memenuhi
kebutuhan dana tersebut termasuk dengan menggunakan utang. Pertumbuhan
perusahaan yang besar mempunyai pengaruh positif terhadap hutang perusahaan,
karena suatu perusahaan yang sedang berada pada tahap pertumbuhan akan
membutuhkan dana yang besar untuk melakukan ekspansi. Hal ini akan mendorong
manajer untuk menggunakan utang dalam membiayai kebutuhan dana tersebut
(Yeniatie & Destriana, 2010).
Menurut Sayuthi dan Raithari (2013), pertumbuhan penjualan yang tinggi
tentunya akan membuat perusahaan itu lebih menggunakan pendanaan internal
yang berupa laba ditahan daripada pendanaan eksternal sehingga cenderung
menurunkan utang. Sebaliknya perusahaan akan menggunakan utang jika
pertumbuhan penjualan perusahaan tersebut rendah.
Penelitian yang dilakukan oleh Damayanti dan Hartini (2014) dan Sayuthi dan
Raithari (2013), pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap kebijakan utang
perusahaan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Supriyanto dan Falikhatun
(2008) menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh terhadap
struktur keuangan perusahaan, yang pada akhirnya berdampak pada kebijakan
utang perusahaan. Perusahaan yang penjualannya tumbuh secara cepat akan perlu
untuk menambah aktiva tetapnya, sehingga pertumbuhan perusahaan yang tinggi
akan menyebabkan perusahaan mencari dana yang lebih besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar