Teori ini menganggap bahwa penggunaan utang 100 persen sulit
dijumpai. Kenyataannya semakin banyak utang, maka semakin tinggi beban
yang harus ditanggung. Satu hal yang penting bahwa dengan meningkatnya
utang, maka semakin tinggi probabilitas kebangkrutan. Beban yang harus
ditanggung saat menggunakan utang yang lebih besar adalah biaya
kebangkrutan, biaya keagenan, beban bunga yang semakin besar dan
sebagainya. Menurut Mamduh (2004: 309) bahwa biaya kebangkrutan dapat cukup
signifikan dapat mencapai 20 persen nilai perusahaan. Biaya tersebut
mencakup dua hal :
1. Biaya langsung : biaya yang dikeluarkan untuk membayar biaya
administrasi, pengacara, dan lainnya yang sejenis.
2. Biaya tidak langsung : biaya yang terjadi karena dalam kondisi
kebangkrutan, perusahaan lain atau pihak lain tidak mau berhubungan
dengan perusahaan secara normal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar