Teori pecking order menetapkan suatu urutan keputusan pendanaan
dimana para manajer pertama kali akan memilih untuk menggunakan laba
ditahan, utang dan penerbitan saham sebagai pilihan terakhir (Mamduh, 2004:
313). Penggunaan utang lebih disukai karena biaya yang dikeluarkan untuk
utang lebih murah dibandingkan dengan biaya penerbitan saham.
Secara spesifik, perusahaan mempunyai urut-urutan preferensi dalam
penggunaan dana sebagai berikut :
1. Perusahaan lebih menyukai internal financing (dana internal). Dana
internal tersebut diperoleh dari laba yang dihasilkan dari kegiatan
perusahaan.
2. Perusahaan menyesuaikan target dividend payout ratio terhadap
peluang investasi mereka, sementara mereka menghindari perubahan
dividen secara drastis.
3. Kebijakan dividen yang sticky ditambah fluktuasi profitabilitas dan
peluang investasi yang tidak dapat diproksi, berarti terkadang aliran
kas internal melebihi kebutuhan investasi namun terkadang kurang
dari kebutuhan investasi.
4. Apabila pendanaan eksternal diperlukan, pertama-tama perusahaan
akan menerbitkan sekuritas yang paling aman, yaitu mulai dari
penerbitan utang convertible bond, dan alternatif paling akhir adalah
saham
Tidak ada komentar:
Posting Komentar