Sabtu, 14 Desember 2019

Teori Keagenan (skripsi dan tesis)

Teori keagenan pertama kali di ungkapkan oleh Jensen dan Meckling. Jensen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa agency problem akan terjadi bila proporsi kepemilikian manajerial atas saham perusahaan kurang dari 100%. Kondisi tersebut membuat keputusan-keputusan yang diambil manajer cenderung bertindak melindungi dan memenuhi kepentingan mereka terlebih dahulu daripada memenuhi kepentingan pemilik. Collier (2012) berpendapat bahwa teori keagenan berfokus kepada hubungan kontraktual dalam perusahaan, antara prinsipal (pemegang saham) dan agen (direktur dan manajer), dimana hak dan tugas mereka dispesifikasikan berdasarkan kontrak kerja nyata. Baik prinsipal maupun agen keduanya didorong oleh kepentingan pribadi, meskipun mereka mungkin berbeda sehubungan dengan preferensi, keyakinan dan informasi. Sedangkan menurut Schroeder, Clark dan Cathey (2016), teori agensi didefinisikan sebagai hubungan konsensual antara dua pihak, dimana satu pihak (agen) setuju untuk bekerja sesuai dengan kepentingan pihak yang lainnya (prinsipal). Contoh dari teori agensi yaitu hubungan antara pemegang saham dengan manajer. Hal ini dikarenakan pemilik perusahaan tidak memiliki keterampilan yang cukup dalam mengelola perusahaan sehingga mereka menunjuk manajer untuk mengelola perusahaan dengan memberikan kepercayaan dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan kepentingan pemegang saham. 
Menurut teori keagenan dari Jensen dan Meckling (1976), permasalahan keagenan ditandai dengan adanya perbedaan kepentingan dan informasi yang tidak lengkap (asymetry information) di antara pemilik perusahaan (principal) dengan agen (agent), sebagai hasilnya akan timbul apa yang dinamakan biaya keagenan (agency cost) yang meliputi monitoring costs, bonding costs, dan residual losses. Monitoring cost adalah biaya yang timbul dan ditanggung oleh principal untuk memonitor perilaku agen, yaitu untuk mengukur, mengamati, dan mengontrol perilaku agen, contoh biaya ini adalah biaya audit dan biaya untuk menetapkan rencana kompensasi manajer, pembatasan anggaran, dan aturan-aturan operasi. Sementara bonding cost adalah biaya yang ditanggung oleh agen untuk menetapkan dan mematuhi mekanisme yang menjamin bahwa agen yang bertindak untuk kepentingan principal, misalnya biaya yang dikeluarkan oleh manajer untuk menyediakan laporan keuangan kepada pemegang saham. Pemegang saham hanya akan mengijinkan bonding cost terjadi jika biaya tersebut dapat mengurangi monitoring cost. Sedangkan residual loss timbul dari kenyataan bahwa agen kadangkala berbeda dari tindakan yang memaksimumkan kepentingan prinsipa

Tidak ada komentar: